- Film Hostiles karya Scott Cooper akan tayang di Trans TV pada Kamis, 23 April 2026 pukul 23.00 WIB.
- Kapten Joseph Blocker ditugaskan mengawal musuh bebuyutannya, Chief Yellow Hawk, dari New Mexico menuju Montana pada tahun 1892.
- Perjalanan penuh trauma ini menantang kebencian antaretnis serta mengeksplorasi kemungkinan pengampunan di tengah kerasnya kehidupan era frontier.
Suara.com - Dalam lanskap perfilman Hollywood, genre Western sering kali terjebak dalam dikotomi sederhana antara "koboi baik" dan "Indian jahat."
Namun, melalui tangan dingin sutradara Scott Cooper dalam film Hostiles (2017), narasi tersebut dibongkar dan disusun kembali menjadi sebuah meditasi yang mendalam, kelam, dan sangat manusiawi tentang trauma serta rekonsiliasi.
Hostiles akan tayang pada Kamis (23/4/2026) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya.
Berlatar tahun 1892, Hostiles mengikuti perjalanan Kapten Angkatan Darat Joseph Blocker (diperankan Christian Bale).
Blocker adalah seorang veteran perang yang hatinya telah membatu akibat kebencian mendalam terhadap penduduk asli Amerika.
Tugas terakhirnya sebelum pensiun adalah sebuah ironi pahit: ia harus mengawal musuh bebuyutannya, Chief Yellow Hawk (Wes Studi), seorang pemimpin perang Cheyenne yang sedang sekarat karena kanker, kembali ke tanah leluhurnya di Valley of the Bears, Montana.
Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan geografis dari New Mexico ke Montana, melainkan sebuah ziarah spiritual yang penuh darah.
Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Rosalee Quaid (Rosamund Pike), seorang perempuan yang baru saja menyaksikan seluruh keluarganya dibantai oleh kelompok Comanche.
Kehadiran Rosalee memberikan dimensi emosional yang mentah, menggambarkan bagaimana kekerasan meninggalkan luka yang tak terhapuskan pada siapa pun yang terjebak di dalamnya.
Baca Juga: Till Death: Megan Fox Bertahan Hidup Sambil Menyeret Mayat Suami, Malam Ini di Trans TV
Christian Bale sekali lagi membuktikan mengapa ia dianggap sebagai salah satu aktor watak terbaik generasinya.
Bale menampilkan sosok laki-laki berwajah granit, di mana setiap kerutan di wajahnya menceritakan kisah kekejaman yang pernah ia lakukan dan saksikan.
Namun, di balik eksterior yang keras itu, penonton dapat melihat pergulatan batin yang hebat saat ia dipaksa untuk melihat sisi kemanusiaan dari musuh yang selama ini ia dehumanisasi.
Di sisi lain, Wes Studi memberikan performa yang tenang namun sangat berwibawa.
Sebagai Yellow Hawk, ia tidak banyak bicara, namun tatapan matanya menyampaikan rasa lelah yang luar biasa akibat penindasan selama bertahun-tahun.
Interaksi antara Bale dan Studi adalah inti dari film ini, sebuah tarian kecurigaan yang perlahan berubah menjadi rasa hormat yang enggan.
Tag
Berita Terkait
-
Till Death: Megan Fox Bertahan Hidup Sambil Menyeret Mayat Suami, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Evil Dead Burn, Reuni keluarga Berubah Jadi Mimpi Buruk
-
Proud Mary: Pembunuh Bayaran Berubah Jadi Pelindung, Malam Ini di Trans TV
-
Charlie's Angel 2019: Aksi, Feminis, dan Penuh Gaya, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Apex, Charlize Theron Diburu Psikopat Kejam di Tengah Alam Liar
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun