- Genre Indonesian Bounce Music kini menjadi identitas baru bagi generasi muda karena perpaduan unik ritme elektronik dan koplo.
- Resonine menyelenggarakan Primaria Fest 2026 di empat kota untuk mewadahi interaksi aktif antara artis, komunitas, dan para penonton.
- Rangkaian festival ini dijadwalkan hadir di Tegal, Sukabumi, Bekasi, dan Semarang mulai Juni hingga September tahun 2026 mendatang.
Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, selera musik anak muda Indonesia mengalami pergeseran yang cukup terasa. Genre-genre yang dulu sering dipinggirkan atau dianggap sekadar hiburan “ringan”, kini justru tumbuh menjadi identitas baru.
Salah satu yang paling mencolok adalah Indonesian Bounce Music (IBM), warna musik yang memadukan energi elektronik, ritme koplo, dan nuansa lokal yang dekat dengan keseharian pendengarnya.
Fenomena ini tidak muncul begitu saja. Perkembangan platform digital dan budaya komunitas ikut mendorong penyebaran Indonesian Bounce Music ke ruang yang lebih luas. Dari yang awalnya dinikmati secara personal lewat earphone, kini musik ini hadir di panggung-panggung besar, klub, hingga festival.
Bahkan, cara menikmatinya pun ikut berubah, tidak lagi sekadar mendengar, tapi juga ikut terlibat. Di titik inilah Primaria Fest 2026 hadir sebagai salah satu panggung yang mencoba menangkap momentum tersebut. Festival ini dirancang bukan hanya sebagai tempat pertunjukan musik, tetapi juga ruang interaksi antara artis, komunitas, dan penonton.
Menurut Festival Director Primaria Fest, Reza Lubis, pendekatan yang diusung memang berbeda dari festival musik pada umumnya.
“Primaria Fest adalah platform festival yang diinisiasi oleh Resonine, yang berfokus pada pengembangan ekosistem kreatif melalui musik, pengalaman, dan komunitas. Tidak seperti festival musik pada umumnya, Primaria FestPrimaria Fest mengedepankan konsep experience-driven, sehingga audiens tidak hanya menjadi penonton, tetapi bagian aktif dari keseluruhan acara,” ujarnya.
Konsep “experience-driven” ini terlihat dari berbagai aktivitas yang dihadirkan. Selain menikmati penampilan musisi, pengunjung juga diajak ikut terlibat langsung lewat karaoke koplo, sing along, hingga berbagai aktivasi partisipatif lainnya. Pendekatan ini membuat batas antara panggung dan penonton menjadi semakin tipis.
“Lewat pendekatan ini, Primaria Fest ingin mengubah cara menikmati musik. Dari sekadar tontonan menjadi pengalaman bersama yang emosional dan personal,” tambah Reza.
Secara skala, festival ini juga cukup ambisius. Primaria Fest 2026 akan digelar di empat kota dengan jadwal yang sudah ditetapkan, yakni Tegal pada 5 Juni 2026, Sukabumi pada 10 Juli 2026, Bekasi pada 21 Agustus 2026, dan Semarang pada 11 September 2026. Setiap kota akan menghadirkan kombinasi artis lintas genre yang relevan dengan kultur Indonesian Bounce Music.
Baca Juga: Kenapa Konflik Iran Vs Amerika-Israel Bisa Acak-acak Festival Musik di Indonesia?
Nama-nama seperti NDX A.K.A, Whisnu Santika, Tenxi, hingga Naykilla menjadi bagian dari line-up yang diharapkan bisa menarik berbagai lapisan audiens. Selain itu, akan tampil pula deretan performer lain, termasuk talenta lokal, grup koplo, dan DJ yang tumbuh dari komunitas.
Menariknya, festival ini juga memberi ruang bagi talenta lokal dan performer komunitas, menjaga agar Indonesian Bounce Music tetap dekat dengan akar budayanya, meskipun kini mulai naik ke panggung yang lebih besar.
Dengan harga tiket mulai dari Rp89 ribu hingga Rp150 ribu, festival ini dirancang tetap terjangkau sekaligus menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar konser. Ada pembagian kategori tiket seperti presale, early bird, hingga reguler, yang memberi fleksibilitas bagi penonton.
“Lebih dari sekadar hiburan, festival kami ingin membangun kebanggaan terhadap musik lokal sebagai bagian dari identitas generasi masa kini Indonesia. Dengan konsep yang menggabungkan musik, pengalaman, dan interaksi, Primaria Fest menargetkan diri menjadi festival Indonesian Bounce Music terbesar di Indonesia,” ungkap Reza.
Sebelum puncak acara di masing-masing kota, rangkaian “pemanasan” juga digelar di berbagai wilayah seperti Semarang, Jakarta Timur, Karawang, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, hingga Tegal. Kegiatan ini menghadirkan DJ performance, karaoke koplo, hingga interaksi yang lebih dekat dengan audiens.
Pada akhirnya, Indonesian Bounce Music bukan lagi sekadar tren sesaat. Ia berkembang menjadi ruang ekspresi baru, tanpa stigma, tanpa batasan genre yang kaku. Dan lewat festival seperti Primaria Fest, musik ini tidak hanya didengar, tetapi juga dirayakan bersama sebagai bagian dari identitas generasi hari ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123