Entertainment / Film
Rabu, 29 April 2026 | 20:05 WIB
Sukses film Ghost in the Cell tidak saja di Tanah Air, film Joko Anwar ini juga sudah terjual di 86 negara. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Sutradara Joko Anwar merilis film Ghost in the Cell pada 16 April 2026 yang sukses menarik dua juta penonton.
  • Film yang dibintangi aktor papan atas tersebut berhasil menjual hak siar ke 86 negara untuk penayangan skala global.
  • Kesuksesan film ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi kreatif nasional serta memperkuat daya saing karya anak bangsa di internasional.

Suara.com - Tangan dingin sutradara kondang Joko Anwar kembali membuahkan hasil manis.

Karya terbaru sang sineas, Ghost in the Cell sukses menggebrak layar lebar sejak dirilis pada 16 April 2026 lalu.

Hanya dalam waktu singkat, film ini telah menyedot perhatian lebih dari 2 juta penonton di seluruh Indonesia.

Kesuksesan Ghost in the Cell tidak hanya bergema di dalam negeri.

Film yang dibintangi oleh deretan aktor papan atas seperti Abimana Aryasatya, Lukman Sardi, Tora Sudiro, hingga Aming ini, dipastikan akan menyapa penonton global setelah hak siarnya terjual di 86 negara.

Pencapaian impresif ini menjadi bukti nyata bahwa industri kreatif Indonesia bukan lagi sekadar hiburan, melainkan sektor potensial yang mampu bersaing di kancah internasional.

Kekuatan budaya yang dipadukan dengan nilai ekonomi tinggi menjadikan film nasional sebagai magnet baru bagi perhatian publik global.

Melejitnya Ghost in the Cell tak lepas dari dukungan berbagai pihak yang percaya pada potensi ekosistem kreatif tanah air.

Salah satunya adalah Tunaiku dari Amar Bank yang hadir sebagai mitra promosi resmi.

Baca Juga: Joko Anwar Beri Sinyal Garap Film 'Ghost In The Cell' Versi Penjara Perempuan

Kolaborasi ini menandai semakin eratnya hubungan antara dunia perfilman dan sektor bisnis.

Dukungan ini bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan memperkuat ekosistem kreatif Indonesia agar semakin mandiri dan berdaya saing.

Menanggapi gelombang dukungan tersebut, Joko Anwar mengaku bangga.

Menurutnya, industri film Indonesia kini telah bertransformasi menjadi ekosistem yang sangat menarik dengan nilai investasi yang menjanjikan.

"Bagi kami, kolaborasi seperti ini sangat krusial. Selain membantu memperluas jangkauan film, sinergi ini memperkuat kepercayaan bahwa karya kreatif anak bangsa layak mendapatkan dukungan yang lebih luas," ujar Joko Anwar optimis.

Dengan torehan prestasi ini, Ghost in the Cell tidak hanya menjadi sebuah karya seni, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi kreatif Indonesia yang semakin relevan dan diperhitungkan di mata dunia.

Load More