- NDX AKA disomasi Rp1,7 miliar karena mengajak penonton melakukan refund tiket secara terbuka di media sosial.
- Promotor menganggap komentar NDX AKA merusak citra profesionalisme mereka dan memicu kegaduhan calon penonton.
- Selain somasi ganti rugi, pihak promotor telah melaporkan kasus ini ke unit Siber Polda terkait dugaan ujaran kebencian.
Suara.com - Grup musik hip-hop dangdut populer asal Yogyakarta, NDX AKA disomasi oleh promotor Gelombang Cinta Fest, AL Organizer.
Somasi ini berawal saat NDX AKA menjadi salah satu line up di acara Gelombang Cinta. Acara tersebut seharusnya digelar di IBC Pekalongan pada 26 Maret 2026.
Namun karena ada suatu hal, acara tersebut ditunda hingga 7 Mei 2026.
Penampil seperti Denny Caknan, Damara De, Labora serta Guyon Waton, tak masalah atas perubahan jadwal.
Namun tidak dengan NDX AKA. Pihak penyanyi tersebut tak memberikan jawaban meski penyelenggara terus menghubungi mereka.
"Dari pihak NDX sudah dihubungi berkali-kali oleh admin Gelombang Cinta, tidak direspons," kata pengacara AL Organizer, Handrianus Handyar Rhaditya saat dihubungi awak media, Senin, 27 April 2026.
Pihak NDX AKA baru menghubungi penyelenggara setelah 26 Maret 2026 dan menyatakan mereka batal tampil.
"Mereka menyampaikan, NDX batal tampil dan DP dinyatakan hangus. Kalau mau main tanggal 7, silakan ibaratnya DP kembali untuk lock tanggal," kata Handrianus.
Karena itu, tim penyelenggara membuat poster baru di Instagram. Mengumumkan nama penampil di Gelombang Cinta.
Baca Juga: NDX AKA Beri Kejutan di Pembukaan Big Bang Festival 2025, Ada Pesan Buat Kalcer 'Kalangan Cerai'
Inilah yang kemudian memicu permasalahan menurut penyelenggara. NDX AKA menuliskan di kolom komentar bahwa mereka batal tampil.
"Intinya komentar itu, 'teman-teman, NDX batal tampil, silakan refund hubungi panitia," ucapnya.
Dampak dari komentar tersebut, situasi menjadi tidak kondusif bagi kelanjutan festival musik tersebut.
Banyak calon penonton yang akhirnya merasa khawatir dan ikut menuntut uang mereka kembali.
"Pada mau refund, mau bikin rusuh panggung saat nanti tanggal 7. Jadi menyerang hampir semua dan yang disalahkan adalah EO," kata pengacara penyelenggara.
Ia menambahkan, "EO dibilang tidak profesional dan tidak memberikan konfirmasi."
Berita Terkait
-
Iwan Fals, Dewa 19, dan NDX AKA Bakal Ramaikan +62 Coffee R-I Fest 2026
-
Sentuh 3 Digit Sebulan, Intip Tarif Manggung Grup Musik NDX AKA dan Sabyan Gambus
-
Pendidikan-Karier Yonanda Frisna Damara, Vokalis NDX AKA Dikecam usai Dinilai Rendahkan Perempuan
-
Segini Tarif Manggung NDX AKA: Viral Rendahkan Perempuan Saat Konser di UGM, Tuai Kecaman
-
NDX AKA Tuai Kecaman, Sindir Cewek Murahan Hingga Check in di Hotel Saat Manggung di UGM
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan