- Rayen Pono menggelar nonton bersama film Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale di Tangerang Selatan, 15 Mei 2026.
- Film dokumenter tersebut mengisahkan perjuangan rakyat Papua melawan pembabatan hutan seluas 2,5 juta hektar oleh pihak pemerintah Indonesia.
- Penonton wajib mendaftarkan diri kepada produser Watch Doc dengan syarat minimal sepuluh orang tanpa dipungut biaya masuk resmi.
Suara.com - Rayen Pono menggelar acara nonton film Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale.
Film yang mengangkat perjuangan rakyat Papua melawan pembabatan 2,5 juta hektar hutan oleh pemerintah itu kini tengah viral dan menjadi perbincangan.
Aksi nobar film Pesta Babi tak selalu dilakukan secara besar-besaran.
Penyanyi Rayen Pono mengumpulkan belasan teman dan menyaksikan di rumah, melalui layar televisi.
Sebab memang film tim produksi Watch Doc dan Ekspedisi Indonesia ini tidak disiarkan di bioskop maupun OTT.
"Awalnya dari temanku, David. Katanya, ada film Pesta Babi ini lho. Ya sudah, kita kumpulkan sahabat-sahabat, nonton," kata Rayen Pono, ditemui di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan pada Jumat, 15 Mei 2026.
Hadirnya belasan orang tersebut, adalah syarat mutlak dari rumah produksi yang menyiarkan film Pesta Babi.
Rayen Pono kemudian menjelaskan alur perizinan untuk mendapatkan filenya.
"Kita email, terus mereka kasih tahu langkahnya. Nah, syaratnya yang nonton minimal 10 orang," ujar Rayen Pono.
Baca Juga: Nyesek! Rayen Pono Merasa Berdosa Usai Nonton Film Pesta Babi: Ada Praktik Penjajahan di Papua
Nantinya, pihak Watch Doc akan meminta identitas host serta komunitas yang menyaksikan film Pesta Babi. Termasuk juga, dokumentasi saat menonton.
"(Syarat) itu kayaknya hanya untuk kepentingan administratif sih," imbuh pelantun "Tanya Hati" ini.
Rayen Pono memastikan tidak ada biaya yang dipatok untuk menyaksikan film Pesta Babi dari Watch Doc maupun Ekspedisi Indonesia.
"Free, cuma ada imbauan lah kalau bisa ada sedikit kita kumpulin seikhlasnya, untuk untuk dikirim ke sana (Papua)," tutur Rayen Pono.
Permintaan tersebut bukan perkara besar bagi Rayen Pono dan teman-teman.
Sebab dari dokumenter itulah mereka bisa menyaksikan perjuangan rakyat Papua yang selama ini mungkin tak begitu terdengar.
Selain mengajukan secara pribadi, Instagram Watch Doc juga menginformasikan titik-titik lokasi nobar film Pesta Babi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial