CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB
CIMB Niaga. (Suara.com/Chyntia Sami)
  • PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 6,6 persen menjadi Rp247,2 triliun pada 30 Juni 2026.
  • Presiden Direktur Lani Darmawan menyatakan laba sebelum pajak konsolidasian perseroan mencapai Rp4,3 triliun pada semester pertama 2026 di Jakarta.
  • Unit Usaha Syariah CIMB Niaga mempertahankan posisi terbesar di Indonesia dengan total pembiayaan mencapai Rp54,0 triliun.

Suara.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk membukukan kinerja keuangan yang stabil pada semester pertama 2026. Hingga 30 Juni 2026, total kredit dan pembiayaan perseroan tumbuh 6,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp247,2 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut diikuti peningkatan dana murah atau current account and savings account (CASA) sebesar 6,9 persen YoY menjadi Rp193,1 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak konsolidasian CIMB Niaga tercatat sebesar Rp4,3 triliun dengan earnings per share (EPS) sebesar Rp136,67.

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan capaian tersebut didukung pertumbuhan kredit dan CASA yang berkelanjutan serta penerapan strategi secara disiplin.

“Kami bersyukur dapat meraih kinerja yang stabil pada semester pertama 2026, didukung pertumbuhan pada kredit/pembiayaan dan dana murah (CASA) yang berkelanjutan, serta implementasi strategi yang disiplin,” kata Lani dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Menurut Lani, pendapatan operasional (revenue) tumbuh 6,8 persen YoY, sedangkan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit) meningkat 6,5 persen YoY.

Peningkatan kontribusi pendapatan nonbunga turut menopang kinerja perseroan di tengah penurunan pendapatan bunga bersih. Dari sisi kualitas aset, gross non-performing loans (NPL) membaik menjadi 1,83 persen.

“Di sisi lain, kualitas aset tetap terjaga dengan baik, yang tercermin dari perbaikan gross non-performing loans (NPL) menjadi 1,83 persen. Pada periode yang sama, kami juga secara prudent memperkuat pencadangan untuk perusahaan multifinance sesuai dengan ketentuan regulator yang berlaku,” ujar Lani.

Dari sisi neraca, total aset konsolidasian CIMB Niaga mencapai Rp382,0 triliun per 30 Juni 2026, tumbuh 6,7 persen YoY. Adapun total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 2,8 persen YoY menjadi Rp269,3 triliun. Rasio CASA juga naik menjadi 71,7 persen.

CIMB Niaga mencatat pertumbuhan kredit di sejumlah segmen utama. Perbankan korporasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 13,8 persen YoY. Selanjutnya, perbankan komersial tumbuh 4,6 persen, segmen usaha kecil dan menengah (UKM) 2,9 persen, serta perbankan konsumer 0,1 persen.

Pada segmen ritel, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat 4,7 persen YoY.

Di sisi perbankan syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga atau CIMB Niaga Syariah mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia. Per 30 Juni 2026, total pembiayaan CIMB Niaga Syariah mencapai Rp54,0 triliun, sedangkan DPK tercatat Rp50,9 triliun.

Dari sisi permodalan dan likuiditas, CIMB Niaga juga mempertahankan posisi yang solid. Capital adequacy ratio (CAR) tercatat sebesar 23,5 persen dan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 90,4 persen.

Selain pertumbuhan bisnis, CIMB Niaga juga melanjutkan komitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan. Pada semester pertama 2026, pembiayaan berkelanjutan perseroan mencapai Rp66 triliun atau 26,7 persen dari total outstanding pembiayaan.

Pembiayaan tersebut antara lain disalurkan ke sektor energi terbarukan, UMKM, serta pembiayaan berbasis keberlanjutan (sustainability-linked financing).

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com