- Speak No Evil (2024) merupakan remake versi Amerika garapan Blumhouse yang sukses meraup pendapatan besar dan kini telah tayang di Netflix.
- Cerita berfokus pada keluarga Dalton yang berlibur ke rumah terpencil milik pasangan Paddy dan Ciara, yang perlahan berubah menjadi teror psikologis.
- Ketegangan memuncak saat rahasia mengerikan di balik keramahan tuan rumah mulai terungkap lewat petunjuk dari anak mereka yang bisu.
Suara.com - Bagi kamu pencinta adrenalin dan ketegangan psikologis, akhir pekan ini menjadi waktu yang tepat untuk masuk ke dalam selimut dan menyalakan Netflix.
Film thriller yang baru saja mendarat di layanan streaming Netflix, Speak No Evil, siap memberikan pengalaman menonton yang membuat jantung berdegup kencang.
Disutradarai oleh James Watkins, film ini bukan sekadar horor biasa, melainkan sebuah ujian mental tentang batasan kesopanan sosial.
Speak No Evil (2024) merupakan remake versi Amerika dari film horor Denmark-Belanda tahun 2022 yang berjudul sama. Digarap oleh rumah produksi spesialis horor, Blumhouse Productions, film ini berhasil meraih kesuksesan besar dengan pendapatan global mencapai 77 juta dolar dari anggaran yang hanya sebesar 15 juta dolar.
Kesuksesan ini tak lepas dari peran James McAvoy yang tampil sangat intimidatif sebagai pemeran utama. Bersama deretan aktor berbakat lainnya seperti Mackenzie Davis, Scoot McNairy, dan Aisling Franciosi, film ini menawarkan kualitas akting tingkat tinggi yang menjadikannya salah satu film thriller paling dibicarakan tahun ini.
Sinopsis Speak No Evil: Berawal dari Liburan Impian
Cerita dimulai saat pasangan asal Amerika yang tinggal di London, Louise (Mackenzie Davis) dan Ben Dalton (Scoot McNairy), sedang berlibur di Italia bersama putri mereka yang pemalu, Agnes. Di sana, mereka bertemu dengan pasangan asal Inggris, Paddy (James McAvoy) dan Ciara (Aisling Franciosi), yang terlihat sangat bebas, penuh semangat, dan ramah.
Paddy dan Ciara juga memiliki seorang putra bernama Ant yang memiliki kondisi medis langka pada lidahnya sehingga ia tidak bisa berkomunikasi secara verbal. Pertemuan singkat di Italia tersebut berlanjut dengan undangan manis.
Paddy mengajak keluarga Dalton untuk berkunjung ke rumah pertanian mereka yang terpencil di pedesaan Devon, Inggris, pada suatu akhir pekan.
Baca Juga: Siap-siap Tertawa! Ge Pamungkas Bakal Rilis Stand-up Spesial GOAT di Netflix
Berharap bisa memperbaiki hubungan pernikahan mereka yang sedang renggang dan membantu Agnes mengatasi kecemasannya, keluarga Dalton pun setuju.
Namun, apa yang seharusnya menjadi liburan santai di pedesaan perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang tak terduga.
Setibanya di rumah pertanian terpencil tersebut, keluarga Dalton awalnya disambut dengan hangat. Namun, seiring berjalannya waktu, Ben dan Louise mulai merasa tidak nyaman dengan perilaku tuan rumah mereka.
Paddy dan Ciara mulai menunjukkan sisi agresif yang pasif, melanggar batasan pribadi, dan melakukan hal-hal yang tidak wajar.
Keanehan demi keanehan muncul. Mulai dari Paddy yang memaksa Louise yang seorang vegetarian untuk mencoba daging, hingga cara mereka memperlakukan Ant dengan kasar.
Suasana semakin mencekam ketika Ben dan Louise menemukan fakta-fakta kecil yang tidak masuk akal di dalam rumah tersebut.
Puncaknya adalah saat Ant, yang diam-diam mencoba berkomunikasi dengan Agnes, menunjukkan sesuatu yang sangat mengerikan di sebuah gudang terkunci. Di sana, terdapat koleksi barang-barang pribadi milik keluarga-keluarga lain yang pernah berkunjung ke sana.
Apakah keluarga Dalton berhasil melarikan diri dari rumah pertanian maut tersebut? Rahasia gelap apa yang sebenarnya disembunyikan Paddy dan Ciara di balik keramahan mereka? Dan apa peran sebenarnya dari Ant, sang bocah pendiam, dalam semua kekacauan ini?
Temukan jawabannya dengan menonton Speak No Evil yang sudah tersedia di Netflix. Pastikan kamu tidak menonton sendirian ya.
Berita Terkait
-
Menelisik Lebih Dalam Series Human Vapor, Bisakah Korban Disebut Monster?
-
Proses Syuting Selesai, The Lincoln Lawyer Siap Akhiri Kisah di Season 5
-
Sempat Tak Ada Perkembangan, Serial Animasi Twilight Kini Mulai Casting
-
Review Agent Kim Reactivated: Ketika Orang Baik Dipaksa Menjadi Buas
-
Baru Rilis, Netflix Resmi Lanjutkan Little House on the Prairie ke Season 2
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot