Viral Netizen Malaysia Hina Indonesia Miskin tapi Warganet +62 Naik Pitam Gara-gara Doa Prabowo

Selasa, 01 September 2026 | 14:42 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kamis (27/8/2026). [Suara.com/dok]
  • Warganet Malaysia menyindir kondisi ekonomi Indonesia dan mendoakan Prabowo Subianto menjadi presiden selamanya.
  • Unggahan tersebut memicu reaksi warganet Indonesia yang keberatan dengan doa masa jabatan presiden.
  • Perselisihan media sosial ini bermula dari komentar warganet Indonesia terhadap Kemerdekaan Malaysia pada Agustus.

Suara.com - Heboh di sosial media komentar warganet Malaysia yang mendoakan Prabowo Subianto menjadi presiden Indonesia untuk selamanya.

Hal ini berawal dari postingan akun Thread fadquadra.

Akun tersebut menyebut netizen Indonesia terlalu berlebihan dalam mengkritik Malaysia sekaligus melontarkan sindiran terkait kondisi ekonomi Indonesia.

“Seronok betul netizen Indonesia kutuk kemerdekaan Malaysia. Dasar negara miskin, rupiah kertas takde nilai,” tulis akun tersebut dalam kolom komentar.

Tak berhenti di situ, akun tersebut juga menuliskan doa agar Prabowo Subianto menjadi presiden Indonesia untuk selamanya.

"Semoga Prabowo jadi presiden Indonesia selamanya," tulis akun tersebut.

Kalimat tersebut justru menjadi bagian yang paling banyak disorot dan memancing reaksi balik dari netizen Indonesia.

Alih-alih terpancing dengan hinaan mengenai kemiskinan dan nilai rupiah, sejumlah netizen Indonesia justru mengaku lebih keberatan dengan doa agar Prabowo menjabat sebagai presiden seumur hidup.

Salah satu akun asal Indonesia menanggapi komentar tersebut dengan nada bercanda.

“Kami masih terima ya kau kata kami miskin, tapi kami ga terima kau suruh bowo jadi presiden selamanya,” tulisnya.

Komentar serupa disampaikan akun Thread lainnya.

Ia mengatakan hinaan mengenai kondisi Indonesia masih dapat diterima, tetapi doa agar Prabowo menjadi presiden selamanya dianggap berbeda.

“Kau hina kami diam, kau maki pun kami diam, kau kata kami miskin pun kami diam, tapi kau kata bowo presiden selamanya, KAMI AKAN LAWAN,” tulis akun tersebut.

Bahkan artis Hesti Purwadinata juga ramai menuliskan komentar di unggahan akun Malaysia tersebut.

“Siapaaa netijen indo yg beraniii beraninya kutuk kutuk malaysiaa ngajak beranteminn nihh, ampunn ya kawann jgn doain yg aneh aneh yaa.. lop u malaysia,” tulis Hesti.

Usut punya usut persoalan itu berawal dari komentar netizen Indonesia soal hari Kemerdekaan Malaysia pada 31 Agustus kemarin.

Sebelumnya, kasus saling ejek atau parodi lambang negara antara netizen kedua negara sering kali bermula dari provokasi oknum di media sosial, seperti insiden parodi lagu kebangsaan yang memicu ketegangan digital.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com