Sutradara Senior Ida Farida Meninggal Dunia pada Usia 88 Tahun

Jum'at, 04 September 2026 | 13:12 WIB
Sutradara senior dan penulis skenario Ida Farida meninggal dunia pada usia 88 tahun. (IG FFI)

Suara.com - Sineas perempuan senior Indonesia, Ida Farida, mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis, 3 September 2026. Sosok yang mendedikasikan hidupnya di balik layar perfilman nasional tersebut berpulang pada usia 88 tahun.

Dunia sinema Tanah Air kehilangan pionir penting yang konsisten merajut narasi layar lebar sejak era 1970-an. Almarhumah meninggalkan warisan puluhan karya monumental yang mewarnai sejarah industri film nasional hingga mancanegara.

Kabar itu dibagikan Instagram Festival Film Indonesia.

"Festival Film Indonesia turut berduka sedalam-dalamnya atas kepergian. Ida Farida 5 Mei 1938 - 3 September 2026."

Perjalanan seni perempuan kelahiran Rangkasbitung, 5 Mei 1938 ini berawal dari ketajaman penanya di media massa. Sebelum menjadi sutradara ternama, Ida mengasah kepekaan ceritanya sebagai jurnalis yang meliput dinamika hiburan Tanah Air.

Pintu masuk ke industri layar lebar terbuka saat ia menjadi pencatat skrip film Melawan Badai karya Sofia W.D. pada 1974. Ketekunannya membuahkan hasil hingga ia dipercaya memegang peran asisten sutradara dalam film Jangan Menangis Mama tiga tahun kemudian.

Keberanian Ida memimpin produksi secara mandiri terbukti lewat debut panggung sutradaranya dalam film Guruku Cantik Sekali pada 1979. Dalam karya perdana tersebut, ia membuktikan kepiawaian ganda dengan mengeksekusi peran sutradara sekaligus penulis skenario.

Bagaimana Kiprah Ida Farida dalam Industri Film?

Reputasi Ida kian melesat pesat seiring deretan karya populer yang lahir dari tangan dinginnya sepanjang dekade 1980-an. Publik mengenal sentuhan khasnya lewat film Busana dalam Mimpi, Perawan-Perawan, hingga Merenda Hari Esok.

Ia juga membidani lahirnya film Tirai Malam Pengantin, Tante Garang, Asmara di Balik Pintu, dan Tak Ingin Sendiri. Kekuatan utama deretan sinema tersebut terletak pada kedalaman narasi skenario yang ditulisnya sendiri.

Keahlian sinematik Ida bahkan menembus batas negara saat ia melebarkan sayap kariernya ke Malaysia usai tahun 1985. Selama hampir empat tahun menetap di sana, ia berhasil menancapkan taji sebagai sutradara yang diperhitungkan di negeri jiran.

Salah satu karya legendarisnya di Malaysia adalah film Suara Kekasih yang rilis pada tahun 1986. Film yang sukses menggaet aktor kenamaan Fauziah Ahmad Daud dan Azmil Mustapha itu mempertegas posisinya sebagai sineas lintas negara.

Kepergian Ida Farida menandai berakhirnya era salah satu sutradara perempuan langka yang merintis karier dari bawah. Rekam jejaknya dari wartawati hingga menjadi sutradara berpengaruh menjadi catatan sejarah berharga bagi perfilman Indonesia.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com