- Sherina Munaf membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah pada Rabu, 2 September 2026.
- Ia memadamkan bara dan melakukan pembasahan kembali di Taman Wisata Alam Galeget Tiawu serta Universitas Palangka Raya.
- Sherina mempromosikan penggalangan dana melalui gerakan Pawerful Voices untuk mendukung kebutuhan logistik para petugas dan relawan.
Suara.com - Sherina Munaf terjun langsung ke lapangan membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang terjadi di Kalimantan Tengah.
Lewat akun media sosialnya, Sherina mengungkap sudah merasakan dampak karhutla sejak berada di dalam pesawat dari Jakarta menuju Palangka Raya.
Penerbangannya sempat mengalami keterlambatan karena jarak pandang yang terganggu oleh asap tebal. Kondisi tersebut membuat proses pendaratan menjadi lebih sulit.
"Bau asapnya itu sampai masuk ke dalam pesawat, aku langsung otomatis pake masker karena lama-lama gatal," kata Sherina dalam video yang diunggah di akun Instagram @sherinamunaf pada Rabu (2/9/2026).
Setibanya di Palangka Raya, mantan istri Baskara Mahendra itu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperoleh informasi daerah yang dilanda karhutla dan lokasi yang membutuhkan bantuan.
Salah satu lokasi yang didatangi Sherina adalah kawasan konservasi Taman Wisata Alam Galeget Tiawu.
Di lokasi tersebut, tim BKSDA Kalimantan Tengah telah melakukan pemadaman selama beberapa hari.
Sherina melihat secara langsung kondisi lahan yang masih menyimpan bara meski api di permukaan telah dipadamkan.
Kondisi lahan gambut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. Api yang terlihat padam di permukaan dapat kembali muncul karena masih terdapat bara di bawah lapisan gambut.
Eks pacar Raditya Dika itu turut membantu memadamkan bara dan melakukan pembasahan kembali (rewetting) di kawasan yang terdampak.
Proses rewetting ini dilakukan untuk mencegah bara kembali membesar dan memicu kebakaran.
Di samping kawasan konservasi, Sherina juga ikut membantu penanganan karhutla di sekitar Universitas Palangka Raya (UPR).
Bersama mahasiswa dan relawan, ia memadamkan sejumlah titik api. Sherina juga ikut membawa dan menggunakan peralatan pemadaman di tengah kondisi asap yang cukup tebal.
Menurut pengakuan Sherina, pengalaman tersebut membuatnya merasakan langsung betapa beratnya pekerjaan para petugas dan relawan yang berada di lapangan.
"Aku merasakan sendiri betapa susahnya memadamkan api, gambut sangat mudah terbakar. jadi aku mengerti yang di lapangan seperti putus asa," ujarnya.
Pasalnya, api yang telah dipadamkan berpotensi kembali menyala sehingga proses pemadaman harus dilakukan secara berulang sampai bara benar-benar tidak lagi menimbulkan asap.
"Yang dilakukan para pejuang ini sangat melelahkan, tapi mereka tetap berjuang memadamkan api," ucapnya pada video yang berbeda.
Aksi nyata berikutnya yang dilakukan Sherina adalah mempromosikan penggalangan dana atau donasi untuk mendukung para petugas dan relawan yang menangani karhutla.
Melalui gerakan Pawerful Voices, bantuan tersebut diperbantukan untuk mendukung kebutuhan logistik dan perjuangan para relawan di lapangan.
Keterlibatan Sherina menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
Ia tidak hanya menyaksikan kondisi kebakaran dari kejauhan, tetapi turut merasakan tantangan pemadaman di lapangan.
Sherina menggandeng beberapa pihak dalam upaya penangan karhutla seperti Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), BKSDA Kalimantan Tengah, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, KPHP Kahayan Tengah, serta relawan dan mahasiswa Universitas Palangka Raya.