- Betrand Peto dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan kekerasan seksual terhadap perempuan berinisial ANW pada Sabtu (12/9/2026).
- Peristiwa dugaan kekerasan seksual tersebut dilaporkan terjadi di toilet sebuah kelab malam kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
- Betrand Peto dengan tegas membantah seluruh tudingan tersebut karena merasa tidak mengenal korban sama sekali.
Suara.com - Penyanyi Betrand Peto dilaporkan atas dugaan kekerasan seksual terhadap perempuan di sebuah klub malam.
Betrand Peto tegas membantah tudingan tersebut. Betrand Peto mengatakan bahwa ia sama sekali tak mengenal dengan wanita yang mengaku korban tersebut.
"Bahwa aku tidak melakukan seperti apa yang dibilang (tindakan dugaan kekerasan seksual)," kata Betrand seperti dilihat dari video postingan akun Thread @starplay.
Anak angkat Ruben Onsu itu lebih lanjut menjelaskan kronologis di klub malam tersebut.
Betrand Peto menjelaskan bahwa ia sempat bertanya kepada korban mengapa menangis. Namun menurut Betrand ia tak mendapat jawaban.
"Dan ia tidak menjawab sama sekali. Tiba-tiba, temannya itu datang yang antingnya copot ini. Aku pun gak kenal sama mereka," jelas Betrand.
Menurut Betrand, teman korban sempat menarik baju dan tangannya sambil bertanya mengapa rekannya itu menangis.
"Aku bilang sama dia, kamu tanya sama teman kamu karena aku pun gak dapat jawaban dari teman kamu,"
Betrand menjelaskan bahwa teman korban sempat bertanya namun dengan nada yang galak.
Teman Betrand yang berada di lokasi itu juga sempat berantem dengan teman korban sampai sempat terjadi jegut-jeguutan.
"Akhirnya teman ku gak terima, dari situ mulai lah berantem, jambak-jambakan. Di situ aku juga udah bilang udah bibi gak usah berantem," jelas Betrand Peto.
Betrand Peto Dilaporkan Polisi
Betrand Peto dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan kekerasan seksual terhadap perempuan berinisial ANW.
Laporan tersebut dibuat pada Sabtu (12/9/2026), setelah ANW mengaku mengalami dugaan tindakan kekerasan seksual di sebuah kelab malam kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
ANW menyebut peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Menurut pengakuannya, Betrand Peto tidak terlebih dahulu merayu atau mengajaknya berbicara sebelum dugaan tindakan tersebut terjadi.