Menolak Terjebak Nostalgia, Element Tandai Babak Baru Lewat Single Asa yang Sirna

Senin, 05 Oktober 2026 | 16:45 WIB
Band Element merilis lagu baru berjudul "Asa yang Sirna". Single ini juga menandakan formasi baru setelah ditinggalkan Lucky Widja sang vokalis. [Instagram]
BACA 10 DETIK
  • Band legendaris Element merilis single terbaru berjudul "Asa yang Sirna" sebagai penanda transformasi formasi baru.
  • Didi Riyadi menegaskan bahwa bandnya menolak terjebak nostalgia dan memilih terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
  • Karya ciptaan Ferdy Tahier ini merefleksikan kedewasaan serta inovasi musik Element setelah hampir 28 tahun berkarya.

Suara.com - Menjelang tiga dekade mewarnai belantika musik Indonesia, band legendaris Element kembali menggebrak dengan karya terbaru bertajuk "Asa yang Sirna".

Single ini bukan sekadar rilisan biasa, melainkan sebuah pernyataan tegas tentang eksistensi dan transformasi mereka setelah hampir 28 tahun berkarya.

"Asa yang Sirna" menjadi catatan sejarah penting bagi Element. Ini adalah karya perdana mereka dengan formasi terbaru setelah kepergian Lucky Widja.

Alih-alih meratapi perubahan, Element justru menjadikan momen ini sebagai pintu masuk menuju babak baru yang lebih segar dan dewasa.

Bukan Sekadar Nostalgia

Bagi banyak band senior, terjebak dalam kejayaan masa lalu adalah tantangan besar. Namun, Element memilih jalan berbeda.

Didi Riyadi, sang penabuh drum, menegaskan bahwa bandnya enggan hanya mengandalkan nama besar dan memori manis era 2000-an.

"Kami enggak ingin hanya hidup dari nostalgia. Apa yang sudah kami capai di masa lalu adalah bagian dari perjalanan, tapi kami juga harus terus bergerak," ujar Didi dengan penuh keyakinan.

Menurutnya, kunci bertahan selama 28 tahun adalah kemampuan untuk membaca zaman.

Element ingin terus berevolusi, menyesuaikan diri dengan karakter pendengar generasi sekarang tanpa harus menanggalkan identitas asli yang sudah melekat kuat pada diri mereka.

Kedewasaan dalam "Asa yang Sirna"

Lagu yang lahir dari tangan dingin Ferdy Tahier ini dikemas sebagai sebuah cerita baru. "Asa yang Sirna" merefleksikan kedewasaan bermusik setiap personelnya.

Di sini, pengalaman selama puluhan tahun di industri musik tidak dijadikan beban, melainkan modal utama untuk bertransformasi.

Melalui single ini, Element ingin menunjukkan bahwa menjadi "tua" dalam berkarya bukan berarti berhenti berinovasi.

Sebaliknya, itu adalah tentang bagaimana tetap relevan di tengah gempuran tren musik yang terus berubah.

"Musik berubah, zaman berubah, dan kami ingin ikut berkembang tanpa kehilangan karakter Element," imbuh Didi.

Dengan hadirnya "Asa yang Sirna", Element seolah mengirimkan pesan kuat kepada para penggemarnya: bahwa perjalanan mereka masih panjang, dan api kreativitas itu masih menyala terang, siap membawa pendengar menuju dimensi musik yang lebih dalam dan bermakna.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com