Pasha Ungkap Rahasia UNGU Tetap Kompak Selama 30 Tahun, Kuncinya Dua Hal Ini!

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:35 WIB
Ungu jelang konser ANTAM Presents “UNGU: Waktu Yang Dinanti – Final Chapter”. [Suara.com/Dini Afrianti]
BACA 10 DETIK
  • Pasha ungkap kunci kompak UNGU selama 30 tahun.

  • Pengelolaan keuangan dan tekan ego jadi rahasia utama.

  • UNGU siap gelar konser spesial di Jakarta.

Suara.com - Vokalis UNGU, Sigit Purnomo Said atau Pasha mengungkap dua hal yang menurutnya menjadi kunci UNGU mampu mempertahankan kekompakan selama 30 tahun perjalanan bermusik.

Menurut Pasha, persoalan keuangan yang terjaga dan kemampuan setiap personel untuk menekan ego sentris menjadi faktor penting agar sebuah band dapat terus berjalan bersama.

Pasha mengatakan, perjalanan tiga dekade UNGU tidak selalu berlangsung mulus. Berbagai tantangan, pasang surut, hingga pertengkaran pernah mereka lewati bersama.

"Banyak-banyak pasang surut, ribut dan sebenarnya sudah kita lalui," ungkap Pasha saat konferensi pers persiapan konser ANTAM Presents “UNGU: Waktu Yang Dinanti – Final Chapter” di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Menariknya, Pasha mengenang bahwa persoalan yang pernah memicu pertengkaran di tubuh UNGU justru muncul ketika mereka belum memiliki banyak uang dan belum diterima industri musik.

"Kami ini dulu ributnya justru di saat kita nggak punya duit. Di saat UNGU belum laku, album kita belum diterima oleh khalayak," katanya.

Pasha Ungu konser ANTAM Presents “UNGU: Waktu Yang Dinanti – Final Chapter”. [Suara.com/Dini Afrianti]

Saat itu, para personel bahkan sudah membicarakan pembagian uang dan berbagai rencana seandainya album mereka berhasil di pasaran.

"Kita udah ribut dulu kan soal duit. Pokoknya nanti kalau kita laku nih, udah bermimpi dulu. Kalau kita nanti album kita laku, kita harus bagi-baginya segini-segini," kenang Pasha.

Menurut Pasha, persoalan tersebut kemudian membuat mereka menyadari bahwa ada satu hal sederhana yang perlu dijaga dalam perjalanan sebuah band, yakni persoalan keuangan.

"Karena cuma dua aja kok band itu. Soal duit kalau lu aman, lewat," ujar Pasha.

Namun, persoalan finansial bukan satu-satunya tantangan. Pasha menilai ego masing-masing personel juga menjadi hal yang harus dikendalikan agar band tetap bisa berjalan sebagai sebuah kesatuan.

"Sama ego lu aja. Kalau ego lu bisa, bukan bertahannya. Karena kan ada ego yang harus kita pertahankan juga. Tidak boleh egocentris," katanya.

Bapak enam anak itu mengatakan keberlangsungan UNGU selama tiga dekade, menjadi bukti bahwa sebuah band bisa tetap bersama tanpa harus mengorbankan kesuksesan maupun impian masing-masing personel.

"Harus menjelaskan kepada teman-teman ini atau industri musik bahwa ternyata band itu terus bersama juga nggak sulit. Band terus bersama juga ternyata tidak mengurangi kesuksesan, tidak mengurangi impian," kata Pasha.

Ia bersyukur UNGU masih dapat mempertahankan soliditas setelah melewati perjalanan panjang selama 30 tahun.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com