Lepas Label Komedian, Benidictus Siregar Bertaruh Emosi di Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:34 WIB
Benidictus Siregar mengaku memiliki tantangan berat saat menjadi tokoh utama di film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Beni menanggal sisi komedi, yang selama ini melekat dengan dirinya. [Instagram]
BACA 10 DETIK
  • Aktor Benidictus Siregar membintangi film drama melankolis Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati yang dirilis tanggal 12 November 2026.
  • Beni memerankan karakter Ale, pria depresi korban perundungan yang berniat mengakhiri hidup dalam waktu 24 jam.
  • Transformasi akting Beni dalam film adaptasi novel populer ini mendapat pujian positif dari Teuku Rifnu Wikana.

Suara.com - Dijuluki sebagai "Benang Merah Perfilman Indonesia" karena frekuensi kemunculannya yang tinggi di berbagai film komedi, Benidictus Siregar kini melakukan lompatan besar yang tak terduga.

Beni didapuk menjadi pemeran utama dalam film drama melankolis bertajuk Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati.

Dalam konferensi pers peluncuran trailer dan lagu tema "Coba Lagi" di XXI Plaza Senayan, Senin (12/10/2026), Beni tampak emosional menceritakan transformasinya menjadi Ale, seorang pria berusia 37 tahun yang terhimpit depresi dan menjadi korban perundungan di tempat kerja.

Bukan Sekadar Melucu, Tapi Bertahan Hidup

Bagi Beni, peran ini adalah sebuah anugerah sekaligus beban besar. Ini adalah kali pertama ia memimpin sebuah film drama tanpa embel-embel komedi.

"Kayaknya Tuhan terlalu baik," ujar Beni rendah hati.  Namun, di balik rasa syukur itu, terselip ketakutan yang nyata.

"Saya sempat takut ditertawakan penonton. Bahkan saat audisi, saya sempat berpikir hidup saya mungkin akan lebih tenang kalau tidak mendapatkan peran ini," imbuhnya.

Ketakutan Beni bukan tanpa alasan. Novel karya Brian Khrisna yang menjadi sumber adaptasi film ini adalah best-seller yang telah dibaca lebih dari 250 ribu orang dan dicetak hingga 130 kali. Ekspektasi pembaca sangatlah tinggi.

Untuk mendalami karakter Ale yang kesepian, Beni melakukan riset mendalam, mulai dari berdiskusi dengan ahli psikologi hingga menggali memori pribadinya tentang rasa sepi.

"Saya pernah ada di fase kesepian seperti Ale. Bedanya, kalau Ale diselamatkan oleh semangkuk mi ayam, saya bertahan karena orang-orang di sekeliling saya," ucapnya.

Pujian dari Aktor Senior

Transformasi Beni mendapat pengakuan dari lawan mainnya, aktor watak Teuku Rifnu Wikana.

Rifnu menilai Beni memiliki kematangan emosi yang luar biasa sebagai seorang manusia, yang memudahkannya masuk ke dalam karakter yang kompleks.

"Komunikasi aku sama Beni mengalir begitu saja, tidak ada yang perlu diberat-beratkan. Dia sudah matang," kata Rifnu memuji.

Senada dengan Rifnu, produser Nia Dinata juga langsung jatuh cinta pada naskah ini. Ia mengaku hanya butuh waktu dua jam untuk menamatkan novelnya sebelum memutuskan bergabung dalam proyek ini.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com