- Solid Cinematic Dreams membuat film aksi drama fiksi berjudul Kapal Terbang, berlatar Peristiwa Woyla 1981, menampilkan Oka Antara dan Naysilla Mirdad.
- Oka Antara fokus pada akurasi tata bahasa tahun 80-an, sementara Naysilla melakukan transformasi fisik untuk memerankan pramugari senior.
- Produksi menggunakan set interior pesawat dengan sistem hidrolik untuk realisme; syuting telah berjalan 12 hari dan dijadwalkan rilis 2026.
Suara.com - Rumah produksi Solid Cinematic Dreams resmi memperkenalkan proyek film terbaru mereka bertajuk Kapal Terbang.
Film yang disutradarai oleh Ozan Ruz ini mengambil latar belakang sejarah nyata pembajakan pesawat Garuda Indonesia Penerbangan 206 atau yang dikenal sebagai Peristiwa Woyla pada 1981.
Film ini bukan sekadar dokumentasi sejarah, melainkan sebuah drama aksi yang mengedepankan sisi kemanusiaan. Proyek ini mempertemukan dua aktor besar, Oka Antara dan Naysilla Mirdad, sebagai pemeran utama.
Eksekutif Produser Solid Cinematic Dreams, George Santos, menyatakan bahwa mengangkat peristiwa Woyla adalah bentuk tanggung jawab moril untuk mengenalkan sejarah kepada generasi muda.
Namun, dia menggarisbawahi bahwa film ini bersifat fiksi yang terinspirasi dari kejadian nyata
"Hari ini kita membuka kembali peristiwa Woyla 1981, bukan bermaksud untuk membuka luka lama. Peristiwa ini mengajarkan kita artinya keberanian, pengorbanan, dan mengikhlaskan kehilangan," kata George Santos dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Petogogan, Jakarta Selatan pada Jumat, 27 Februari 2026.
"Kami tidak menghakimi masa lalu, kami hanya ingin memahaminya," sambungnya lagi.
Oka Antara Perankan Karakter Utama dari Sisi Berbeda
Aktor Oka Antara didapuk memerankan karakter bernama Seno. Berbeda dengan film bertema serupa yang biasanya mengambil sudut pandang aparat, Oka membocorkan bahwa Kapal Terbang mengambil perspektif yang tidak biasa.
Baca Juga: Merasa Jenuh, Luna Maya Pastikan Suzzanna Jadi Satu-satunya Proyek Filmnya di 2026
Dia menyebut karakter protagonis dalam film ini tidak murni putih.
"Alasan gue ngambil film ini karena asli gue jarang banget dapat peran seperti ini. Gue seumur hidup sudah sering ditawarin jadi militer atau polisi, tapi di sini gue bukan jadi dua di antara itu. Gue jadi kepalanya," kata Oka Antara kepada awak media.
Oka menjelaskan bahwa tantangan terbesar bukan pada adegan aksi, melainkan pada penyesuaian tata bahasa tahun 1980-an. Penggunaan bahasa Indonesia baku menjadi kewajiban demi menjaga akurasi periode waktu.
"Dialognya harus benar-benar baku. Tidak ada imbuhan seperti 'sih', 'dong', atau 'lah' karena itu tidak akurat dengan tata bahasa zaman dulu. Kami juga sengaja menghilangkan logat agar tidak mem-highlight satu suku tertentu," jelas Oka.
Selain bahasa, Oka juga harus menjalani workshop persenjataan dan pengenalan alat-alat armory seperti Beretta, Uzi, hingga AK-47.
Meski lebih fokus pada drama, film ini tetap menyuguhkan adegan pertarungan yang intens menjelang akhir cerita.
Berita Terkait
-
Angkat Kearifan Lokal, Film Timun Mas in Wonderland Siap Hadir di Bioskop
-
5 Film dan Series Tayang di Prime Video Maret 2026, Siren's Kiss Sampai Young Sherlock
-
Shutter Dipuji Mahakarya Horor Asia, Bagaimana Versi Indonesia yang Lagi Tayang di Netflix?
-
Pembacok Mahasiswi UIN Suska Harusnya Nonton 4 Film Ini, Motivasi Hadapi Penolakan Cinta
-
Shazam!: Ketika Kekuatan Dewa Bertemu dengan Jiwa Remaja yang Jenaka, Sahur Ini di Trans TV
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Herjunot Ali Bereaksi Usai Diminta Gantikan Reza Rahadian Jadi Kapten Yoo di Descendants of the Sun
-
Antusias Tinggi, 3 Konser Internasional di Jakarta Ini Tambah Hari
-
Gus Miftah Puji Diplomasi Prabowo di Tengah Panas Selat Hormuz: Makanya BBM Tidak Naik!
-
Viral Guru Besar Unpad Diduga Chat Mesum ke Mahasiswi Exchange, Minta Foto Bikini
-
Deretan Potret Prewedding 'Old Money Vibes' Ala Syifa Hadju dan El Rumi, Elegan Bikin Baper
-
Maut Kembali Mengintai! Warner Bros Resmi Umumkan Tanggal Rilis Final Destination 7
-
Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan: Dilema Anak Antara Ambisi dan Keutuhan Keluarga
-
The Desperate Hour: Naomi Watts Dikejar Waktu Selamatkan Anaknya, Malam Ini di Trans TV
-
Lepas Imej Kalem, Mawar de Jongh Tampil Beda di Serial Luka, Makan, Cinta
-
Sinopsis Sacred Jewel, Ahn Bo Hyun Dapat Misi Berbahaya untuk Mencari Relik Suci