Foto / News
Selasa, 21 Juli 2026 | 17:35 WIB
Foto udara kondisi ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU]
Dua siswa melihat kondisi ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU]
Sejumlah siswa kelas 3 dan 4 mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang disekat akibat bangunan kelas ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU]
Sejumlah siswa kelas 5 mengerjakan tugas saat kegiatan belajar mengajar di musala yang digunakan sebagai ruang belajar sementara akibat ambruknya atap ruang kelas di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU]
Relfeksi siswa bermain terlihat pada kaca ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU]
Foto udara kondisi ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU]
Foto udara kondisi ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU]

Suara.com - Foto udara kondisi ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2026). Pihak sekolah menyebutkan bahwa atap bangunan ruang kelas pertama kali ambruk pada Januari 2026 dan kembali mengalami kerusakan pada April 2026.

Demi menjamin keselamatan siswa, kegiatan belajar mengajar dialihkan dengan sistem bergiliran menggunakan ruang kelas yang masih layak, ruang kelas yang disekat, serta memanfaatkan musala sebagai ruang belajar sementara.

Kepala sekolah setempat menyebut kerusakan terjadi pada ruang guru, ruang kepala sekolah, dan salah satu ruang kelas yang terdampak pelapukan rangka atap. Sejumlah ruang di sekitar bangunan yang rusak juga dikosongkan untuk mengantisipasi risiko ambruk susulan.

Pihak sekolah berharap perbaikan segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal. Saat ini ratusan siswa harus menyesuaikan jadwal pembelajaran secara bergantian dan memanfaatkan fasilitas sekolah yang tersedia sebagai ruang belajar darurat. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU]

Load More