Foto / News
Kamis, 23 Juli 2026 | 06:00 WIB
Foto udara kondisi Situ Ciburuy yang debit airnya menyusut di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/tom]
Sejumlah bermain di Situ Ciburuy yang debit airnya menyusut di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/tom]
Foto udara sejumlah anak bermain di Situ Ciburuy yang mengalami penyusutan debit air di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/tom]

Suara.com - Foto udara kondisi Situ Ciburuy yang debit airnya menyusut di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026). Kemarau yang berlangsung selama sebulan terakhir menyebabkan debit air Situ Ciburuy menyusut.

Menyusutnya debit air membuat hamparan daratan mulai terlihat di sejumlah titik Situ Ciburuy. Kedalaman air di danau buatan peninggalan era Hindia Belanda itu dilaporkan turun menjadi sekitar satu hingga dua meter akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau.

Penurunan volume air juga mulai berdampak pada aktivitas di kawasan situ. Sejumlah area yang biasanya tergenang berubah menjadi hamparan tanah dan lumpur, sementara sebagian warga memanfaatkan area yang mengering tersebut untuk beraktivitas.

BMKG sebelumnya memprediksi sebagian besar wilayah Jawa Barat akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari kondisi normal pada 2026, dengan puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus. Kondisi tersebut berpotensi membuat debit air Situ Ciburuy terus menurun dalam beberapa pekan ke depan. [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/tom]

Load More