Foto / News
Senin, 31 Agustus 2026 | 16:41 WIB
Suasana api membakar kawasan hutan di lereng Gunung Semeru, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]
Suasana api membakar kawasan hutan di lereng Gunung Semeru, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]
Suasana api membakar kawasan hutan di lereng Gunung Semeru, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]

Suara.com - Suasana api membakar kawasan hutan di lereng Gunung Semeru, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Balai Besar TNBTS kembali menutup total jalur pendakian Gunung Semeru sejak 26 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan untuk mendukung pengendalian kebakaran dan menjaga keselamatan pengunjung, sementara upaya pemadaman masih dilakukan petugas gabungan.

Luasan kebakaran di kawasan TNBTS, termasuk wilayah lereng Semeru, dilaporkan mencapai sekitar 590 hektare. Petugas gabungan dari TNBTS, BPBD, TNI, dan Polri masih melakukan pemadaman manual serta membuat sekat untuk menahan laju api.

Upaya pemadaman juga dilakukan dari udara menggunakan dua helikopter dengan metode water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. Sebelumnya, sebanyak 170 pendaki telah dievakuasi dan dipastikan dalam kondisi aman. [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]

Load More