Foto / News
Sabtu, 05 September 2026 | 10:00 WIB
Warga menyiapkan kayu untuk tiang bangunan rumah adat pascakebaran di Desa adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (4/9/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/YU]
Warga menyiapkan kayu untuk tiang bangunan rumah adat pascakebaran di Desa adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (4/9/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/YU]
Warga memasang bambu untuk menopang tiang bangunan rumah adat pascakebaran di Desa adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (4/9/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/YU]

Suara.com - Warga menyiapkan kayu untuk tiang bangunan rumah adat pascakebaran di Desa adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (4/9/2026). Warga Kampung Adat Sade mulai membangun kembali rumah adat dan Masjid Sade pascakebakaran.

Pembangunan dimulai dengan pelaksanaan tradisi Nyemulak atau penanaman tiang dan membangun dengan konsep bentuk aslinya yang mengembalikan karakter nilai awal Kampung Adat Sade, dimana bangunan yang didirikan kembali itu bukan hanya sebagai tempat tinggal namun juga menjadi bagian dari warisan budaya Sasak.

Sebanyak 75 rumah adat terdampak dalam kebakaran, bersama delapan berugak, enam sekenam, satu masjid, dua toilet, dan 69 artshop. Rekonstruksi dilakukan bertahap berdasarkan perencanaan agar bangunan kembali lebih aman.

Pemerintah NTB juga mendorong pembentukan satgas rekonstruksi dan rekening bersama untuk mengelola bantuan secara transparan. Museum semi permanen turut dipercepat agar wisatawan tetap dapat mengenal budaya Sade selama pembangunan berlangsung. [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/YU]

Load More