Kemarau Panjang, Waduk Cipancuh di Indramayu Berubah Jadi Hamparan Tanah Kering

Senin, 28 September 2026 | 17:43 WIB
Foto udara suasana Waduk Cipancuh yang mengering di Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026). [ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/sgd]
Warga berlajan di dasar Waduk Cipancuh yang mengering di Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026). [ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/sgd]
Foto udara warga menggembala kambing di dasar Waduk Cipancuh yang mengering di Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026). [ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/sgd]
Warga menggembala kambing di dasar Waduk Cipancuh yang mengering di Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026). [ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/sgd]

Suara.com - Foto udara suasana Waduk Cipancuh yang mengering di Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026). Waduk seluas 700 hektare itu mengalami kekeringan sejak dua bulan terakhir akibat musim kemarau.

Kondisi tersebut berdampak pada kebutuhan irigasi persawahan di lima kecamatan, yakni Haurgeulis, Gantar, Kroya, Anjatan, dan Bongas. Waduk Cipancuh menjadi salah satu sumber utama pengairan lahan pertanian di wilayah Indramayu Barat.

Sebelumnya, pada Agustus 2026, debit air Waduk Cipancuh dilaporkan mencapai nol. Kondisi itu membuat ribuan hektare sawah terancam kekurangan air, sementara petani mengandalkan sumber air lain yang debitnya juga terbatas.

BMKG sebelumnya memprediksi musim kemarau di Jawa Barat berlangsung lebih cepat dan panjang dari biasanya. Sekitar 93 persen wilayah Jawa Barat diprakirakan mengalami musim kemarau dengan kondisi lebih kering dari normal. [ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/sgd]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com