Suara.com - Sejumlah warga mengangkat alas tempat tidur untuk diletakkan di dalam tenda pengungsian, di Tendakinde, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (29/9/2026). Berdasarkan data BNPB per 29 September 2026, sebanyak 23.578 warga terdampak gempa bumi masih berada di pengungsian.
Pemkab Nagekeo sebelumnya menyebut sebagian besar pengungsi mulai kembali ke rumah, sementara kebutuhan bantuan natura mulai difokuskan kepada kelompok rentan. Pemerintah juga menyiapkan hunian sementara bagi warga dengan rumah rusak berat.
Penanganan pascagempa kini diarahkan menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah masih memverifikasi data kerusakan rumah serta fasilitas umum untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dari pendataan bantuan.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 berdampak pada sejumlah wilayah di NTT. BNPB sebelumnya mencatat ribuan gempa susulan terjadi setelah gempa utama, sehingga sebagian warga masih bertahan di pengungsian. [ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/rwa]