Suara.com - Warga menyusuri Sungai Kahayan menggunakan perahu saat kabut asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (29/9/2026). Kabut asap akibat karhutla masih terus menyelimuti kawasan tersebut.
Berdasarkan data dari aplikasi ISPUnet, kualitas udara di Kota Palangka Raya pada Selasa (29/9) pukul 16.00 WIB masuk dalam kategori berbahaya dengan nilai indeks standar pencemaran udara mencapai angka 1108.
Kabut asap kembali menebal di Palangka Raya setelah sempat membaik dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat jarak pandang menurun dan aktivitas warga terganggu.
Dampak kesehatan juga menjadi perhatian. Dinkes Palangka Raya mencatat 9.747 kasus ISPA sejak Juni hingga 24 September 2026. Pemkot menyiapkan 43 titik Rumah Oksigen yang beroperasi selama 24 jam.
Penanganan karhutla terus dilakukan melalui operasi darat dan udara. BNPB mencatat sisa area karhutla yang belum padam di enam provinsi prioritas mencapai 96,07 hektare per 28 September, dengan penurunan terbesar terjadi di Kalimantan Tengah. [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/rwa]