Debit Air Menyusut, Hamparan Sedimen Muncul di Waduk Wonorejo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Hamparan sedimen terlihat di tepian Waduk Wonorejo, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (12/10/2026). [ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/nz]
Pemancing memancing ikan di tepi Waduk Wonorejo, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (12/10/2026). [ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/nz]
Nelayan lokal menebar jaring di tepi Waduk Wonorejo, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (12/10/2026). [ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/nz]

Suara.com - Hamparan sedimen terlihat di tepian Waduk Wonorejo, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (12/10/2026). Perum Jasa Tirta (PJT) I menyatakan elevasi muka air waduk saat ini turun menjadi 161,95 meter.

Sejak 27 Agustus 2026, elevasi Waduk Wonorejo turun 3,72 meter dari 165,67 meter menjadi 161,95 meter. Penurunan rata-rata mencapai 8,1 sentimeter per hari akibat musim kemarau dan minimnya debit air masuk. Penyusutan debit air hingga memunculkan hamparan sedimen di tepian waduk.

Meski terus menyusut, PJT I memastikan pasokan air untuk wilayah hilir masih aman hingga akhir Desember 2026. Pengelola menerapkan strategi menahan dan melepas air dengan memprioritaskan kebutuhan air baku dan irigasi pertanian.

Operasional PLTA Wonorejo juga disesuaikan dengan kondisi tampungan. Saat ini pembangkit beroperasi sekitar lima jam per hari pada periode beban puncak untuk menjaga keseimbangan kebutuhan energi dan ketersediaan air. [ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/nz]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com