Fresh.suara.com - Ayana Moon, selebgram mualaf asal Korea Selatan, baru-baru ini jadi sorotan lantaran mengunggah foto diri tanpa hijab di Seoul, Korea Selatan. Ayana Moon menegaskan, kondisi dan situasi di Korea Selatan jadi alasan mengapa dirinya tidak mengenakan hijab dan menggantinya dengan hoodie dan topi sebagai gantinya.
Terlepas dari kehebohan yang terjadi, perjalanan Ayana Moon menjadi mualaf pun menarik untuk disimak. Ayana mengaku dirinya sudah memeluk Islam sejak lama. Kini, genap 10 tahun sudah Ayana menjadi seorang Muslim.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, apa agama yang dipeluk Ayana Moon sebelum mendapat hidayah dan menjadi mualaf? Ternyata pertanyaan tersebut sempat diarahkan kepada Ayana saat dirinya menjadi tamu di channel YouTube RANS Entertainment milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
"Aku (sebelum mualaf) enggak punya agama," ungkap Ayana Moon.
Sejak kecil, Ayana mengaku tak pernah mendapatkan pendidikan mengenai agama dari keluarganya. Ayana juga menjelaskan, dirinya menjadi mualaf saat masih duduk di bangku SMA.
Awal ketertarikannya dengan Islam adalah berkat kebiasaannya membaca buku bertema kebudayaan. Bukan hanya itu, saat menonton berita mengenai perang Irak, ia juga awalnya merasa heran dengan kebiasaan masyarakat Timur Tengah yang menutup aurat dengan jilbab dan mendirikan Salat.
"Waktu itu saya masih di SD. Waktu itu saya suka belajar tentang budaya, baca buku. Saya nonton news di TV ada perang Irak. Jadi saya nonton wanita muslim pakai jilbab, menutup aurat, dan salat itu aneh," ujar Ayana Moon.
Kepada Raffi dan Nagita, Ayana mengaku amat tersentuh saat mengetahui bahwa makan babi adalah haram hukumnya bagi umat Muslim. Padahal, ia terbiasa menyantap daging babi.
"Tidak makan babi tapi di Korea semua makan babi. Waktu itu, saya pikir merasa babi itu enak banget, tapi kenapa mereka tidak makan babi? Jadi pengin tahu," ujar Ayana Moon.
Baca Juga: Anak Fashion SCBD Sebut Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil, Anies Baswedan Curhat Begini
Berawal dari rasa heran itu, Ayana lantas mulai tekun mempelajari Islam. Awalnya, Ayana mengenal Islam bukan sebagai agama, melainkan budaya. Sempat diragukan kesungguhannya oleh keluarganya, Ayana memutuskan untuk pergi ke Malaysia untuk memperdalam Islam.
"Sebenarnya waktu itu, ketika saya bilang masuk Islam mereka syok. Cuma mereka pikir saya enggak serius. Tapi, waktu saya ke Malaysia mereka syok. Karena saya mau belajar tentang Islam di Korea nggak bisa," ujar Ayana Moon.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Sok Jagoan di Tol JORR! Pengemudi Ngamuk Pukul Spion Pakai Besi, Polisi Buru Pelaku
-
MBG Hadir di Luminor Jakarta Kota, Sajian Bubur Nusantara yang Dibalut Kehangatan untuk Tamu
-
Review Anime Farmagia, Pemberontakan Para Petani Melawan Tirani
-
Promo Telkomsel, Tukar Poin Bisa Dapat Ekstra Kuota
-
Declan Rice Ungkap Hal Krusial yang Dibutuhkan Arsenal Demi Bungkam PSG di Final Liga Champions
-
Duduk Perkara Duel Maut Selebgram Brunei di Blok M: Cuma Gara-gara Ditegur, Nyawa Melayang
-
22 Istilah dalam Makeup dan Artinya, Jangan Salah Bedakan Cakey dan Creasing
-
15 Link Twibbon Hari Raya Waisak 2026 Gratis, Bisa Langsung Unggah ke Media Sosial
-
iPhone, iPad, Mac,dan Apple Watch Naik Harga, Cek Daftarnya
-
WFC Gak Se-Estetik di Medsos! Tantangan Pekerja Remote Menepis Stigma Negatif