/
Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:01 WIB
Pesulap Merah di Cerita Untungs-min (YouTube)

Pesulap Merah alias Marcel Radhival satu persatu membongkar trik yang biasa dilakukan dukun mengelabui 'pasien'nya.

Paling baru, Marcel Radhival yang sedang terlibat perseteruan dengan Gus Samsudin menguliti trik jenglot, botol tuyul, dan bulu perindu yang paling sering dipertontonkan dukun ke masyarakat awam.     

Bukan untuk mengusik, apalagi menutup rejeki si dukun, maksud Marcel Radhival demi menyadarkan masyarakat tidak menyekutukan Tuhan dengan sesuatu yang dianggap memiliki kekuatan magis.   

Marcel juga berharap publik tidak lagi terlalu mempercayai segala sesuatu yang berbau magis.  

"Agar masyarakat kembali pada agamanya. Ngapain percaya sama yang begini," kata Marcel Radhival saat diundang dalam podcast Denny Sumargo.

Bagi mereka yang percaya hal mistis, jenglot dianggap bisa menolak bala dan mendatangkan rezeki. Pesulap Merah kemudian menunjukkan cara dukun untuk menipu konsumen dengan jenglot tersebut.

"Pertama gerakan slow motion, baca mantra, ditiup, memasukan kodam," kata Pesulap Merah.

Nantinya si jenglot tersebut akan mengeluarkan mata yang merah. Padahal di bagian tertentu, ada tombol yang membuat bagian tubuh si jenglot menyala.

"Biasanya ditutup tisu, supaya seolah-olah ada yang nyala," kata Pesulap Merah.
Botol menangkap tuyul

Baca Juga: Gus Samsudin Diduga Tantang Berkelahi Marcel Radhival

Ada lagi botol kecil yang dianggap bisa untuk menangkap tuyul. Cara pengerjaannya sama, si dukun akan membaca mantra dan memasukkan sesuatu yang dianggap makhluk gaib.

"Ini, (yang dimasukkan) latex. Kalau dicampur air, warnanya berubah," kata Pesulap Merah.

Ia membuktikan dengan air yang dimasukkan ke botol. Terlihat ada gumpalan merah yang dianggap sebagai jelmaan tuyul.

Bulu perindu juga menjadi hal yang tidak asing di kalangan dukun. Padahal kata Pesulap Merah, itu adalah rumput bujang, yang kalau kena air memang bisa bergerak sendiri.

"Dukun-dukun setelah trik ini kita bongkar, mereka bilangnya gini, itu mah rumput, yang asli di sarang burung," kata Pesulap Merah.

"Kalau kita yang waras, sarang burung kan dari rumput kering. Jadi sama aja," ucapnya menambahkan.

Load More