/
Minggu, 04 September 2022 | 19:56 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Pasar Olilit, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (2/9/2022). (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan mengenai harga BBM naik lewat akun media sosial Instagramnya. 

Menurut Jokowi, menaikkan harga BBM merupakan keputusan sulit namun harus diambil demi melindungi masyarakat Indonesia.  

"Saudara-saudara sebangsa setanah air. Anggara subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah mencapai Rp 502,5 triliun. Subsisi yang diprioritas untuk masyakarakat kurang mampu itu justru 70 persen dinikmati kelompok masyarakat yang mampu. 

keputusan pemerintah untuk mengalihkan subsidi BBM adalah pilihan terakhir," tulis Presdien Jokowi dalam caption.  

"...Mestinya uang negara diprioritaskan untuk memberikan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu. Dan saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit ini adalah pilihan terakhir pemerintah," lanjut Jokowi dalam video di Instagramnya.

Unggahan ini langsung disambut komentar keras dari netizen. Kolom komentar Instagram Jokowi pun diserbu ribuan pesan netizen mengatas namakan rakyat Indonesia. 

"Kalau APBN gak mampu, kenapa rakyat yang dikorbankan pak . Tapi anehnya bisa bangun IKN, gaji dan tunjangan DPR serta pejabat negara luar biasa tinggi. Knpa gak tunjangan mereka dikurangi untuk meringkan beban APBN," kata seorang netizen.

"Banyak rumah orang keramikan tapi ada tulisan keluarga miskin mskutee apaa," sambung netizen lain. 

"Mantap pakk kalo gitu rakyat siap 10 periode," ucap bunyi komentar seorang bernada sindiran.

Baca Juga: Tarif Angkot Terbaru di Wilayah Bekasi Pasca Kenaikan Harga BBM

Load More