SuaraGarut.id - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, melarang para pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN), menggelar kegiatan buka puasa bersama.
Apalagi bila buka puasa itu dilaksanakan di tempat mewah seperti restoran atau hotel berbintang.
Larang itu sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang disampaikan pada pekan lalu.
Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, saat ini Pemda tengah menyusun surat edaran larangan buka puasa untuk disebarkan ke tiap dinas dan instansi.
Namun untuk himbauan telah disampaikan Bupati Garut, Rudy Gunawan, kepada para pejabat dalam beberapa kali kesempatan.
"Kalau ada yang mengundang buka puasa masa kita harus menolak, tidak enak juga. Yang penting bukan kita yang menggelar acara buka bersama," ujar Nurdin Yana, di Sekretariat Daerah Garut, Senin, 27 Maret 2023.
Tidak adanya buka puasa ini tidak berpengaruh terhadap anggaran daerah. Karena memang Pemda Garut sebelumnya tidak menganggarkan kegiatan buka bersama. Apalagi semenjak merebaknya covid 19.
Meski buka puasa bersama dilarang, namun bukan berarti kegiatan yang menyangkut bulan Ramadhan dihentikan. Seperti halnya Safari Ramadhan atau tarawih keliling.
Bupati Garut, Rudy Gunawan dan Wakil Bupati, Helmi Budiman, akan menggelar tarawih keliling ke beberapa desa dan kecamatan selama Ramadhan ini.
Baca Juga: Laudya Cynthia Bella Benarkan Pensiun Main Film Usai Bintangi Buya Hamka
Kebijakan larangan buka puasa sempat menuai kritik. Namun Pemerintah bersikukuh, himbauan Presiden itu tetap dilaksanakan dengan keluarnya Surat Sekretaris Kabinet Nomor 38/Seskab/DKK/03/2023 tentang arahan terkait penyelenggaraan buka puasa bersama.
Menurut Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, alasan mendasar larangan buka puasa bersama itu karena saat ini banyak oknum pejabat dan ASN yang disorot masyarakat karena bergaya hidup mewah dengan pamer kekayaan.(*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Link Download Logo dan Tema Hari Anak Nasional 2026 Resmi dari Kemen PPPA
-
Harga dan Spesifikasi Tecno Pova 8 5G, Baterai 8.000 mAh Layar 144 Hz
-
Manga Baru Yugo Kobayashi Ditunda, Aoashi Brotherfoot Terbit Mingguan
-
Diplomat se-Asia Tenggara Berkumpul di Filipina, Desak Selat Hormuz Dibuka
-
9 Tahun Diperjuangkan, Maluku Tegaskan Urgensi RUU Daerah Kepulauan
-
Menteri ESDM Isyaratkan Harga BBM Nonsubsidi Bakal Turun?
-
Aktivis Desak Ahmad Luthfi Akhiri Konflik Tambang yang Menahun di Jateng
-
Warna Bedak Beige Cocok untuk Kulit Apa? Ini Cara Pilih Shade yang Benar Tanpa Test Tangan
-
Lindungi Siswa dari Intimidasi, Disdikpora DIY Perketat Akses Pihak Ketiga ke Sekolah
-
Sosok Prajurit AS Tewas Dirudal Iran, Lulusan S2 dan Masih Berusia 19 Tahun