SUARA GARUT - Beradar tayangan dengan narasi serangan rudal Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghancurkan sejumlah wilayah Malaysia.
Secara keseluruhan, serangan rudal TNI tersebut menewaskan 10 warga Malaysia dan melukai 20 warga lainnya.
Berita itu diedarkan sebuah akun YouTube dengan durasi 8 menit 4 detik pada Minggu (9/4/2023).
Tayangan dibuka dengan foto kepanikan warga dan sejumlah kerusakan akibat serangan rudal.
Narator di video itu, dengan mengutip kantor berita AP, mengatakan, lima orang tewas di Malaysia Timur akibat rudal yang ditembakan TNI.
Bahkan di Kota Kualalumpur, dua orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan rudal TNI tersebut.
"TNI membalas serangan Malaysia dengan rudal anti pesawat S300," kata narator.
Cek fakta, benarkah TNI saat ini terlibat konflik militer sehingga ada kontak senjata berat dengan pihak Malaysia?
Tim garut.suara.com mencoba menelusuri informasi itu dengan menjelajah beberapa portal berita Malaysia, termasuk kantor berita Malaysia Bernama.
Baca Juga: Perkokoh Sinergi, Semen Gresik Gelar Silaturahmi bersama Media Se-Jawa Tengah
Penelusuruan dilakukan juga terhadap beberapa website internasional.
Ternyata, tak ada satu portal pun yang menurunkan berita tentang konflik senjata antara TNI dengan Malaysia. Apalagi memberitakan kerusakan di sejumlah wilayah Malaysia akibat serangan rudal TNI.
Tim garutsuara.com juga mencoba meneliti potongan-potongan video dan foto pada tayangan tersebut. Dari hasil penelusuran diperolah fakta bahwa foto-foto dan video yang ditayangkan merupakan rekaman peritiwa lain.
Foto kepanikan warga yang diunggah pada tayangan tersebut diduga merupakan situasi perang di Ukraina akibat invasi militer Rusia.
Kemudian video-video tentara TNI sedang menembakan rudal merupakan rekaman latihan TNI, bukan perang dengan Malaysia.
Kesimpulannya, informasi bahwa serangan rudal TNI menewaskan 10 penduduk Malaysia dan melukai puluhan lainnya adalah bohong alias hoaks. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama
-
Siswi Korban Bully Diminta Uang Damai Rp200 Juta, Orangtua Pelaku Diduga Anggota DPRD Bekasi
-
Kronologi Warga Rohil Demo Berujung Aksi Bakar Rumah Diduga Bandar Narkoba
-
Catat! Tidak Semua ASN Banten Bisa WFH Hari Jumat
-
Lenovo Yoga Tab Siap Dirilis 16 April, Tablet AI Ringan 11 Inci untuk Produktivitas dan Kreativitas
-
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita
-
Sehari Menikah, Wanita di Malang Syok Suaminya Ternyata Perempuan
-
Tipu Korban Rp2 Miliar Pakai Cek Kosong, Berkas Rio Delgado Hassan Resmi Dilimpahkan ke Kejati Jabar
-
Pesan Kuat di Balik Film 'David': Mengalahkan 'Raksasa' dalam Hidup Kita Sehari-hari
-
Instruksi Wali Kota Pekanbaru: LPS Kelurahan Diminta Angkut Sampah Setiap Hari