/
Senin, 10 April 2023 | 14:59 WIB
Beredar tayangan sejumlah wilayah Malaysia hancur akibat serangan rudal TNI (Tangkapan layar YouTube)

SUARA GARUT - Beradar tayangan dengan narasi serangan rudal Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghancurkan sejumlah wilayah Malaysia.

Secara keseluruhan, serangan rudal TNI tersebut menewaskan 10 warga Malaysia dan melukai 20 warga lainnya.

Berita itu diedarkan sebuah akun YouTube dengan durasi 8 menit 4 detik pada Minggu (9/4/2023).

Tayangan dibuka dengan foto kepanikan warga dan sejumlah kerusakan akibat serangan rudal.

Narator di video itu, dengan mengutip kantor berita AP, mengatakan, lima orang tewas di Malaysia Timur akibat rudal yang ditembakan TNI.

Bahkan di Kota Kualalumpur, dua orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan rudal TNI tersebut.

"TNI membalas serangan Malaysia dengan rudal anti pesawat S300," kata narator.

Cek fakta, benarkah TNI saat ini terlibat konflik militer sehingga ada kontak senjata berat dengan pihak Malaysia?

Tim garut.suara.com mencoba menelusuri informasi itu dengan menjelajah beberapa portal berita Malaysia, termasuk kantor berita Malaysia Bernama. 

Baca Juga: Perkokoh Sinergi, Semen Gresik Gelar Silaturahmi bersama Media Se-Jawa Tengah

Penelusuruan dilakukan juga terhadap beberapa website internasional.

Ternyata, tak ada satu portal pun yang menurunkan berita tentang konflik senjata antara TNI dengan Malaysia. Apalagi memberitakan kerusakan di sejumlah wilayah Malaysia akibat serangan rudal TNI.

Tim garutsuara.com juga mencoba meneliti potongan-potongan video dan foto pada tayangan tersebut. Dari hasil penelusuran diperolah fakta bahwa foto-foto dan video yang ditayangkan merupakan rekaman peritiwa lain. 

Foto kepanikan warga yang diunggah pada tayangan tersebut diduga merupakan situasi perang di Ukraina akibat invasi militer Rusia. 

Kemudian video-video tentara TNI sedang menembakan rudal merupakan rekaman latihan TNI, bukan perang dengan Malaysia.

Kesimpulannya, informasi bahwa serangan rudal TNI menewaskan 10 penduduk Malaysia dan melukai puluhan lainnya adalah bohong alias hoaks. (*)

Load More