/
Selasa, 11 April 2023 | 15:14 WIB
Sungai Choluteca berpindah arah setelah dibangun jembatan di atasnya.(

SUARA GARUT - Tak ada yang tahu pasti tentang apa yang akan terjadi pada alam.

Alam seperti memiliki aturan sendiri, mungkin kalimat itu yang bisa menggambarkan tentang kisah pembangunan jembatan Choluteca.

Aritektur terbaik dari Jepang terkena prank oleh alam setelah membangun jembatan Choluteca.

Cerita ini terjadi di Honduras, Amerika tengah.

Pemerintah setempat membangun jembatan di atas sungai Choluteca, untuk menghubungkannya dengan jalan pintas baru.

Tapi negara ini memang terkenal dengan badainya yang dasyat.

Akhirnya dipilih lah arsitektur-arsitektur terbaik dari jepang untuk membangun jembatan tersebut.

Pembangunan jembatan tersebut membutuhkan waktu 2 tahun, dimulai dari tahun 1996 hingga 1998.

Terus setelah selesai dibangun, badai terjadi selama 4 hari tanpa berhenti.

Baca Juga: 4 Jenis Kue Kering yang Sering Ditemui Saat Lebaran, Mana Favorit Kamu?

Meski diterjang badai 4 hari tanpa henti, jembatan buatan arsitektur terbaik dari jepang tersebut mampu berdiri kokoh menahan badai.

Namun, terjadi sesuatu yang diluar dugaan dan tak pernah terpikirkan oleh arsitektur jepang itu.

Sungai yang tadinya mengalir di bawah jembatan jadi berubah arah ke jalan tepat diujung jembatan.

Alam memang mempunyai aturan sendiri, jembatan sepanjang 484 meter itu menjadi tidak terpakai. (*)

Editor: Farhan

Load More