SUARA GARUT - Tak ada yang tahu pasti tentang apa yang akan terjadi pada alam.
Alam seperti memiliki aturan sendiri, mungkin kalimat itu yang bisa menggambarkan tentang kisah pembangunan jembatan Choluteca.
Aritektur terbaik dari Jepang terkena prank oleh alam setelah membangun jembatan Choluteca.
Cerita ini terjadi di Honduras, Amerika tengah.
Pemerintah setempat membangun jembatan di atas sungai Choluteca, untuk menghubungkannya dengan jalan pintas baru.
Tapi negara ini memang terkenal dengan badainya yang dasyat.
Akhirnya dipilih lah arsitektur-arsitektur terbaik dari jepang untuk membangun jembatan tersebut.
Pembangunan jembatan tersebut membutuhkan waktu 2 tahun, dimulai dari tahun 1996 hingga 1998.
Terus setelah selesai dibangun, badai terjadi selama 4 hari tanpa berhenti.
Baca Juga: 4 Jenis Kue Kering yang Sering Ditemui Saat Lebaran, Mana Favorit Kamu?
Meski diterjang badai 4 hari tanpa henti, jembatan buatan arsitektur terbaik dari jepang tersebut mampu berdiri kokoh menahan badai.
Namun, terjadi sesuatu yang diluar dugaan dan tak pernah terpikirkan oleh arsitektur jepang itu.
Sungai yang tadinya mengalir di bawah jembatan jadi berubah arah ke jalan tepat diujung jembatan.
Alam memang mempunyai aturan sendiri, jembatan sepanjang 484 meter itu menjadi tidak terpakai. (*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak