SUARA GARUT - Usai mengalahkan Bayern Munchen 3 - 0 di Etihad Stadium, ketangguhan Manchester City akan diuji di laga-laga berikutnya.
Ketajaman Erling Haaland di depan gewang hingga pecahkan rekor sudah menjadi perbincangan di setiap musimnya.
Namun tahukah Anda, jika kunci sukses Man City meraih titel juara Liga Champions tahun ini bukan ada pada ketajaman strikernya melainkan ada pada strategi bertahan yang kokoh yang mulai diterapkan oleh pelatihnya Pep Guardiola.
Tim asuhan Guardiola selalu mencetak gol, tetapi penampilan dramatis mereka di Eropa hampir selalu menampilkan kecerobohan di lini belakang.
Monaco mencetak enam gol dalam dua leg saat City tersingkir di babak 16 besar pada 2017.
Tiga kali tersingkir di perempat final berturut-turut antara 2018 dan 2020 menampilkan Liverpool mencetak lima gol, Tottenham mencetak empat gol dan Lyon mencetak tiga gol dalam satu kali pertandingan.
City mencetak lima gol dalam dua pertandingan semifinal mereka melawan Real Madrid musim lalu tetapi kebobolan enam gol, termasuk tiga di Stadion Etihad.
Mereka mengalami saat-saat yang goyah melawan Bayern, terutama di awal babak kedua ketika mereka tampaknya kehilangan kendali atas permainan.
Tetapi mereka sekarang mencatatkan enam clean sheet dalam delapan pertandingan terakhir mereka dan tidak kebobolan lebih dari satu gol dalam satu pertandingan.
Baca Juga: Hak Politiknya Dicabut, Sekuat Apa Anas Urbaningrum Di Panggung Politik Saat Ini?
Sejak mengalahkan Tottenham 4-2 pada 19 Januari. Ini membantu memiliki striker mematikan seperti Haaland di depan tetapi clean sheet lainnya untuk Ederson di Allianz Arena minggu depan dan City akan membukukan semifinal Liga Champions ketiga berturut-turut.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer
-
Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme
-
Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan
-
Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga
-
Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya
-
El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati
-
Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?
-
Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI