SUARA GARUT - Ahmad Jalaludin Balita asal Kampung Pasir, Desa Samida Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang divonis menderita gizi buruk itu merupakan anak Enjang (45) yang berprofesi sebagai pedagang es Cingcau keliling.
Berdasarkan keterangan dokter yang merawatnya yakni dr. Mustakim, Sp.A, M.Kes, ternyata Ahmad yang berusia 3 bulan ini mengalami alergi air susu sapi, sehingga harus diberikan susu khusus yang harganya mahal.
"Anak ini mengalami alergi susu yang tergolong berat. Kami sudah mencoba memberikan susu formula biasa, tapi ternyata tidak bisa diterima tubuhnya hingga dikeluarkan lagi (muntah). Akhirnya kami memberikan susu yang ada asam aminonya saja, untuk protein ya istilahnya harus dipecah pecah, " ungkapnya, Kamis (27/04/2023).
Adapun harga susu yang khusus untuk bayi yang mengalami alergi susu sapi Katagori berat ini mencapai Rp. 500 ribu untuk ukuran 400 gram dengan pemakaian untuk 5 hari.
"Sebetulnya kalau air susu ibunya banyak itu tidak masalah, tapi sayangnya Asi nya tidak keluar, sehingga terpaksa harus diganti dengan susu sapi khusus," katanya.
Disebutkannya, kondisi Ahmad Jalaludin setelah dirawat 1 minggu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut sudah membaik dengan berat badan bertambah dari 2600 gram saat masuk rumah sakit menjadi 3200 gram per hari ini.
dr. Mustakim juga menyebutkan ketergantungan terhadap susu khusus bayi yang mengalami alergi susu sapi ini bisa 1 hingga 3 tahun.
"Nanti kita lihat tergantung kondisinya, bisa 1 tahun, 2 tahun atau 3 tahun," tuturnya.
Sebelumnya bayi Ahmad yang lahir normal dengan berat badan 3100 gram dan panjang badan 52 cm ini bisa muntah sampai 7 kali perhari sebelum mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Baca Juga: Sinar UV Ekstrem Melanda Indonesia, Ini 5 Bahayanya bagi Kesehatan Kulit
Plt Kadis Kesehatan Garut, Didit Fajar Putradi, menyebutkan, untuk biaya perawatan Ahmad Jalaludin ini ditanggung oleh Pemda Garut.
" Seluruh biaya perawatannya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Garut," ujarnya. (*)
Berita Terkait
-
Targetkan 10 Ribu Kunjungan, Beri Makan Hewan Buas Jadi Sensasi Baru Berwisata di Taman Satwa Cikembulan Garut
-
Dua Remaja Tergulung Ombak Pantai Santolo Garut, Hingga Kini Belum Ditemukan
-
Bayi Gizi Buruk di Selaawi, Begini Kronologi dari Lahir Hingga Sekarang Dirawat Intensif di RSUD dr Slamet Garut
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Ulasan Novel Periculo: Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
Terbakar Cemburu, Pria di Empat Lawang Habisi Korban dengan Parang dan Tombak
-
Dibuang dalam Sarung Bantal: Bayi Ditemukan Terlantar dengan Luka Sunburn di Sawah Kediri
-
4 Rekomendasi Eyeliner Murah dan Bagus yang Tahan Lama Seharian
-
Jarak Tempuh Mobil Listrik Bisa Berkurang Drastis Akibat AC Saat Cuaca Panas
-
Ini Jadwal Lengkap dan Rangkaian Acara Makassar Half Marathon 2026
-
Pakai Apa untuk Memperbaiki Skin Barrier? Ini 5 Kandungan Skincare yang Cocok
-
Niat Cuci Babat Kurban di Sungai Berujung Duka, Panitia Kurban di Palembang Tenggelam
-
Criminal: Ketika Ingatan Agen CIA Masuk ke Otak Narapidana Sosiopat, Malam Ini di Trans TV