SUARA GARUT - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), mengadakan acara workshop yang bertema sinergitas agama, budaya dan seni.
Workshop yang bertempat di aula pertemuan kantor Kemenag Garut ini, di hadiri oleh Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman. Selain Wabup Garut, hadir pula para tokoh agama, budaya dan seni.
Dalam sambutannya, Helmi Budiman memberikan apresiasi positip kepada panitia penyelenggara serta bagi semua peserta workshop yang sudah hadir.
Konsep awal acara workshop ini berawal dari diskusi kecil dengan para tokoh, tentang bagaimana membangun Garut ke depan. Berangkat dari satu analisis tentang potensi yang ada di Garut, terutama tentang potensi Sumber daya manusia (SDM).
Ternyata di Garut ini banyak orang hebat dari kalangan agamawan, seniman dan budayawan. Namun kehebatannya belum bisa berkontribusi secara langsung untuk pembangunan Garut ke depan, karena mereka masih sibuk di dunianya masing-masing tidak terintegrasi, sinergis yang bisa mendobrak tantangan ke depan.
Semua itu di katakan ketua panitia workshop, Prof. Dr. H. Syahidin, M.Pd kepada wartawan, Minggu (14/5/2023). Syahidin yang asli kelahiran Selaawi GATRA ini menambahkan, hasil diskusi dalam workshop yang bersumber dari elemen masyarakat antara agamawan, budayawan dan seniman akan melahirkan konsep yang kedepannya akan menjadi sebuah produk.
Setelah mengekplorasi semua buah pikiran dari peserta, ternyata ada sinergitas antara agamawan, budayawan dan seniman. Salah satu contoh, saat ini masih ada pihak yang mengharamkan seni. Oleh karena itu, harus di bereskan atau diluruskan oleh semua pihak. Kalau pertunjukan organ tunggal dengan gerakan eksotis dan pakaian seronok itu memang tidak baik, katanya.
Intinya jika ada problem seperti itu ya harus di selesaikan dengan cara langsung action, bukan hanya di bicarakan yang atau cuma ada dalam pemikiran, tambahnya. Mudah-mudahan dengan adanya acara workshop ini lahir sebuah sinergitas yang lebih baik.
Acara seperti ini ternyata mendapat respon baik, bahkan kegiatan pengabdian Dosen Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam Universitas Pendidikan Indonesia, yang bertemakan sinergitas antara agamawan, budayawan dan seniman, banyak yang minta untuk di laksanakan kembali di Kabupaten Garut, pungkasnya.(*)
Baca Juga: Niki Zefanya akan Konser di Jakarta Bulan September, Segini Harga Tiketnya
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sheet Mask atau Toner Dulu? Ini Urutan yang Benar agar Skincare Menyerap Maksimal
-
Dana Pemerintah Ditarik, Perbankan Hadapi Tekanan Likuiditas Ekstra
-
Rumah Sakit Cali Kolombia Runtuh Usai Gempa, Pasien Bayi hingga Anak-anak Terjebak
-
Apa Persamaan dan Perbedaan Gempa Bumi Venezuela dan Kolombia?
-
Emiten AVIA Tegaskan Kepatuhan Persaingan Usaha KPPU
-
111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur
-
Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal