SUARA GARUT - Capaian program pelayanan kesehatan bagi calon pengantin di Puskesmas Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat meningkat drastis.
Hal ini merupakan hasil implementasi dari komitmen lintas sektor dalam bidang kesehatan di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.
Pada tahun 2022, pelayanan kesehatan bagi para calon pengantin di Puskesmas Selaawi mencapai 33,14 persen. Sedangkan di tahun 2023 ini angkanya naik menjadi 83,02 persen.
Kenaikan angka pelayanan kesehatan bagi calon pengantin tersebut dikatakan Kepala Puskesmas Selaawi, Lia Maulidyawati.
Lia mengatakan, prestasi ini berkat kerjasama lintas sektor yakni KUA, Puskesmas, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.
"Pihak-pihak inilah yang mendorong agar para calon pengantin di Kecamatan Selaawi mendapat layanan pemeriksaan kesehatan," ujar Lia, Sabtu, 3 Juni 2023.
Salah satu tujuan dari program ini antara lain untuk meningkatkan kesehatan calon pengantin, terutama calon pengantin wanita dalam menghadapi kehamilan pasca menikah.
Penyuluhan program pemeriksaan kesehatan untuk calon lengantin ini, di lakukan di berbagai kegiatan di Kecamatan Selaawi, salah satunya saat kegiatan keagamaan.
Jenis pelayanan kesehatan bagi calon pengantin tersebut meliputi pemeriksaan umum, seperti golongan darah, HB, HIV. Selain itu diberikan juga imunisasi tetanus toxoid serta tablet tambah darah bagi calon pengantin, tambahnya.
Baca Juga: Puan Maharani Ingatkan Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan Tak Persulit Rakyat
Namun tidak cukup sampai di situ, pihak Puskesmas Selaawi pun melakukan beberapa konseling bagi calon pengantin. Di antaranya konseling reproduksi, konseling persiapan pranikah dan kehamilan.
Naiknya angka pelayanan kesehatan untuk calon pengantin di Kecamatan Selaawi, tak lepas dari tingginya kesadaran masyarakat dalam hal ini.
"Mudah-mudahan program yang sangat baik ini bisa terus meningkat, khususnya di Kecamatan Selaawi," pungkasnya.(*)
Editor: Firman
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik