SUARA GARUT - Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan hak siswa secara penuh, sehingga tidak ada alasan kepala sekolah untuk mengganggunya, meski dengan dalih apapun.
Oleh sebab itu, PGRI Kabupaten Garut, mengingatkan agar para Kepala Sekolah (Kepsek) tidak berani mengganggu hak siswa dalam program PIP, agar tidak terjerumus dalam permasalahan hukum.
Hal itu disampaikan dalam rapat Koordinasi pengurus PGRI se-Kabupaten Garut, Kamis, 14 Juni 2023 di Garut.
Pemerintah meluncurkan PIP ditujukan untuk siswa-siwi sekolah, sebagai penunjang kebutuhan dalam belajar, dan juga bisa meringankan beban sekolah.
Adapun besaran Bantuan Langsung Tunai anak sekolah dari program PIP Kemendikbud yang akan diterima siswa, SD, SMP, SMA sebagai berikut:
- Siswa SD/SDLB/Paket A: Rp450.000 per tahun.
- Siswa SMP/SMPLB/Paket B: Rp750.000 per tahun.
- Siswa SMA/SMK/SMALB/Paket C: Rp1 juta per tahun
Akan tetapi tidak semua siswa atau siswi berkesempatan menerima PIP Kemendikbudristek, karena ada persyaratan khusu yang harus dipenuhi.
Salah satu syaratnya adalah memiliki Kartu Indonesia Pintar, dan berasal dari keluarga tidak mampu dibuktikan dengan kepemilikan kartu keluarga sejahtera atau KKS.
Dalam kesempatan tersebut, PGRI kembali mengingatkan agar para Kepsek di Kabupaten Garut tidak terjebak dalam PIP.
PGRI meminta jangan sampai kepala sekolah harus berurusan dengan hukum, seperti di kecamatan Mekarmukti.
Sanksi yang paling rendah akan di mutasi hingga mendapatkan pemecatan.
Selain itu Ketua PGRI Kabupaten Garut Mahdar meminta agar pengurus, bisa lebih handal, dan memiliki capabilitas. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
3 Kategori Usaha yang Tidak Didata di Sensus Ekonomi 2026, Apa Saja?
-
Cedera Raphinha Jadi Alarm Brasil di Piala Dunia 2026, Neymar Siap Comeback Lawan Skotlandia
-
PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
7 Sepatu New Balance yang Mengandung Kulit Babi, Cek Rinciannya Sebelum Membeli
-
Intip Bocoran iPhone 18 Pro, Hadir dengan Face ID di Bawah Layar dan Chip A20 Pro 2nm
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan
-
Pengamat Sebut Masa Depan Politik Gibran Sangat Bergantung pada Pengaruh Jokowi
-
Indomobil Rilis Tyranno X Motor Listrik Pendatang Baru dengan Jarak Tempuh 160 Km
-
Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga