/
Minggu, 09 Juli 2023 | 10:35 WIB
Haji Umuh Muchtar, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).

SUARA GARUT - Pascapertandingan Arema FC Vs Persib Bandung dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2023/2024 yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat 7 Juli 2023, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Haji Umuh Muchtar angkat bicara.

Dalam pertandingan tersebut itu, Persib Bandung kembali bermain imbang dwngan Arema FC dengan skor imbang 3-3. 

Pertandingan tersebut diwarnai dua dari tiga gol Arema FC tercipta dari hasil eksekusi tendangan pinalti.

Sebenarnya, pertandingan berlangsung seru, namun ada beberapa keputusan wasit yang dinilai kontroversial sehingga merugikan salahsatu tim.

Atas hasil pertandingan tersebut, Haji Umuh Muchtar mengaku kecewa dengan kinerja wasit dalam laga tersebut.

"Sebenarnya dari awal bisa dilihat pertandingan terlihat enak. Arema FC bersemangat, apalagi Persib. Bahkan penguasaan bola dimenangkan oleh Persib," ungkap Haji Umuh Muchtar, Sabtu (8/72023).

"Namun, saya tidak suka dan tidak puas dengan kinerja wasit," tukas Haji Umuh.

Haji Umuh menyebut keputusan wasit Aidil Azmi sangat mencolok, di antaranya ketika bek Persib Bandung, Alberto Rodriguez, menjaga pergerakan penyerang Arema FC, Gustavo Almeida, wasit langsung menunjuk titik putih dan berbuah gol untuk Arema FC.

"Keputusan wasit itu mengundang tanya, karena saat itu kontak yang dilakukan Alberto ke Gustavo sangat minim. Bahkan dalam tayangan ulang, Gustavo menjatuhkan diri," tutur Haji Umuh Muchtar.

Baca Juga: Bela Syahnaz Sadiqah, Presiden Artis Indonesia Firdaus Oiwobo Tantang 'Perang' Farhat Abbas

Haji Umuh menyebut, wasit Aidil Azmi tidak memberikan penalti bagi Persib pada akhir babak kedua, padahal terlihat jelas saat terjadi kemelut depan gawang Arema, bola tendangan keras Ciro Alves dengan jelas mengenai tangan Charlse Almeida.

"Dalam tayangan ulang terlihat jelas bola mengenai pemain Arema FC, tapi kenapa wasit tidak memberikan penalti kepada Persib? Ada apa ini?" tandas Haji Umuh.

Pendiri PT PBB ini juga merasa heran dengan keputusan PSSI yang kembali memberikan kepercayaan kepada sosok Aidil Azmi sebagai wasit Liga 1.

"Track record Aidil Azmi sebagai wasit banyak masalah. Dia itu banyak masalah dari dulu. Lihat saja track record pada 2018. Dia bukan wasit bagus dan masih harus belajar. Saya harap PSSI tidak menggunakan wasit seperti itu lagi," keluh Haji Umuh.

Menurutnya, wasit Liga 1 itu digaji cukup besar, yakni Rp10 juta dalam satu pertandingan. Sedangkan, asisten wasit atau hakim garis Rp7,5 juta, sedang wasit cadangan sebesar Rp5 juta per pertandingan.

"Gaji itu sudah besar, sudah luar biasa. Sekali lagi, saya menyayangkan Komite Wasit PSSI masih memakai wasit seperti Azmi. Itu saangat merusak sepak bola Indonesia," ungkapnya.

Diharapkannya, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 segera menggunakan VAR (Video Asisstant Referee).

"Menurut saya untuk orang seperti Pak Erick pasti mampu jika Liga 1 ini menggunakan VAR. Lebih baik gunakan VAR demi kebaikan semua, demi kebaikan sepak bola Indonesia," pungkasnya. (*)

Load More