SUARA GARUT - Istri Wakil Bupati Garut, Dr Hani Firdiani, mengatakan, dalam memperingati Hari Anak, maka para orang tua harus bisa menyelesaikan permasalahan anak sesuai usianya.
Dikatakannya, definisi anak itu dulu 0-14 tahun, sedangkan sekarang sampai 18 tahun. Permasalahan anak itu ada yang 0 sampai 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, usia sekolah sampai usia remaja.
"Tentu masalahnya beda beda. Kalau usia Balita mungkin masalahnya kesehatan, kesalahan pola asuh. Kalau usia remaja selain pola asuh juga masalah lingkungan. Misalnya masalah kenakalan remaja, itu disebabkan pola asuh dan maslah lingkungan," tutur Hani yang juga Caleg DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Garut, Kabupaten Tasik dan Kota Tasik itu, Senin 31 Juli 2023.
Menurutnya, dari dulu hingga kini permasalahan anak tidak lah mudah. Terlebih kini di era digital, orang tua harus menyesuaikan dengan kebiasaan anak yang tidak lepas dari gadget dalam kesehariannya, yang turut mempengaruhi karakter anak.
"Orang tua harus melek teknologi harus melek dengan perkembangan jaman, kalau ingin mengikuti perkembangan jaman anaknya. Jangan sampai anaknya bergaul dengan teknologi, bergaul dengan dunia maya, orang tuanya tidak tahu. Jadi dari dulu mendidik anak itu tantangannya tak pernah kecil," katanya.
Selain melek teknologi di era digital ini, katanya juga, orang tua harus pula menanamkan prinsip kepada anak.
"Prinsip yang paling penting itu adalah agama. Ini harus kuat, kalau di situnya (agamanya) lemah, itu yang seringkali kadi masalah.Jadi orang tua tidak punya prinsip, orang tua tidak punya konsep yang jelas dalam mendidik, standarnya juga berubah rubah, ini bisa jadi masalah," imbuhnya.
Dr Hani Firdiani yang bisa menyebabkan kenakalan remaja itu juga tidak adanya keteladanan orang tua.
Dicontohkannya, orang tua mendidik anak untuk disiplin, orang tua mendidik anaknya untuk hemat, tapi orang tuanya tidak disiplin dan hidupnya boros.
Baca Juga: Motivasi Berlipat Nick Kuipers Hadapi Bali United: Wajib Menang di Kandang
Menurutnya, agar ada Keteladanan orang tua sukses mendidik anak, maka 8 pungsi keluarga harus senantiasa dijalankan.
Delapan fungsi keluarga itu kata Hani antara lain fungsi agama dimana keluarga menjadi tempat pertama ditanamkannya nilai-nilai agama, fungsi cinta kasih, fungsi reproduksi, fungsi ekonomi, fungsi sosial budaya, fungsi perlindungan, fungsi pendidikan, fungsi lingkungan.
Hani mengingatkan para orang tua, mendidik anak itu tidak mudah, dan jadi orang rua itu tidak mudah
"Mendidik anak itu tidak mudah, anak nabi Adam saja ada yang prilakunya tidak sesuai harapannya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Google dan Komdigi Gaspol Kembangkan Startup AI Indonesia, 63 Perusahaan Dapat Akses Google Cloud
-
3 Cushion Non-Comedogenic dengan SPF 50 yang Aman untuk Kulit Berjerawat
-
Membuka Portal Dunia Baru di Novel Bumi Karya Tere Liye
-
Terekam CCTV, Aksi Pencurian Anjing Modus Racun Resahkan Warga Batam
-
Buka Puasa Terakhir Joni
-
Bukti Pemesanan Uang Baru dari PINTAR BI Hilang? Begini Solusinya
-
11 Kartu Kuning Didapat, Mauricio Souza Pasang Badan untuk Allano Lima
-
Saat Curhat ke AI Jadi Kebiasaan Baru: Apakah Ini Wujud Kesepian di Era Digital?
-
Tahun Kuda Api, BRI Hadirkan Imlek Prosperity 2026
-
Said Didu Bongkar Sisi Lain Hambalang: Beda Kelas Pengusaha Industri vs Pengeruk Kekayaan Alam