Pada era 70 hingga 80-an, dua raksasa Liga Belanda, PSV dan Ajax pernah datang ke Indonesia untuk melakoni laga uji coba melawan tim Liga Indonesia.
Ialah PSV yang menjadi klub pertama dari Liga Belanda datang ke Indonesia. PSV sambangi Indonesia pada 1971. Saat itu, Rood-witten melakoni laga uji coba melawan PSMS Medan, Persebaya dan Timnas Indonesia.
PSV bahkan tercatat tiga kali datang ke Indonesia. Setelah 1971, PSV kembali datang pada 1987 dan 1988. Sementara Ajax dua kali datang ke Indonesia.
Pertama, Ajax datang ke Indonesia pada 1975. Di kedatangan pertamanya ini, Ajax melakoni laga uji coba melawan Manchester United dan tim All Indonesia, tim gabungan dari era Galatama.
Ajax kemudian datang kedua kali pada 11 Mei 2014 melawan Persija di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Nah setelah dua klub besar Belanda tersebut, tahun ini giliran penguasa Liga Belanda lainnya yang datang ke Indonesia yakni Feyenoord.
Namun, tidak seperti Ajax dan PSV, Feyenoord datang bukan untuk melakukan uji coba.
Dua perwakilan Feyenoord yakni Gido Vader, Manager of International Relationship dan Koen Stam, Head of Methodology datang sebagai pembicara di seminar Upgrade Filanesia (Filosofi Sepak Bola Indonesia) atau yang disebut Filanesia 2.0, pada hari Kamis tanggal 15 Desember 2022.
Seminar ini sendiri telah berlangsung sejak 6 Desember lalu dan akan berakhir pada 19 Desember 2022.
Baca Juga: Ketika Para Legenda Timnas Brasil Saksikan Kehebatan Lionel Messi
Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri menyambut positif kesanggupan hadirnya perwakilan dari Feyenoord untuk memberikan materi dalam seminar Filanesia 2.0.
“Saya kira kita butuh masukan, saran dan perbaikan dari semua pihak yang bersinggungan langsung dengan Filanesia. Pelatih-pelatih, mantan pemain tim nasional, tim medis, dan tujuh universitas yang bekerja sama dengan PSSI (UNP Padang, UNJ Jakarta, UPI Bandung, STKIP Pasundan, UNY Yogyakarta, Universitas Surabaya, dan UM Malang), dan nanti ada perwakilan dari Feyenoord yang mungkin bisa berbagi pengalaman dan masukan bagi Filanesia 2.0 ini,” jelas Indra mengutip dari laman resmi PSSI.
Filanesia sendiri adalah sebuah filosofi yang akan menjadi fondasi dan karakter sepak bola Indonesia, baik untuk pembinaan usia dini sampai profesional dari segi individu maupun tim.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Ingin Seperti Maroko, Jokowi Bisa Mencontoh Cara Raja Mohammed VI
-
9 Hari Jelang Piala AFF 2022, Pemain Kesayangan Shin Tae-yong Bakar Semangat Timnas Indonesia
-
Bukan Kaleng-kaleng! Pemain Mungil Ini Targetkan Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2022
-
2 Pemain Keturunan Absen Laga Perdana Timnas Indonesia di Piala AFF 2022, Shin Tae-yong Putar Otak
-
Didatangi Iwan Bule di TC Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Singgung Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Menstruasi itu Normal: Perempuan dengan Segala Drama 'Tamu Bulanannya'
-
Kirim Doa untuk Timnas Futsal Indonesia, Akun Divisi Humas Polri Malah Dirujak Netizen
-
5 Risiko Pakaian Bekas, Ini Peringatan Dokter Penyakit Kulit
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Film 'The Tank': Tank Tempur dan Penjara Jiwa dalam Peperangan
-
5 Lipstik Matte Lokal Murah Meriah, Nyaman Dipakai Seharian
-
Final Piala Asia Futsal 2026: Profil Israr Megantara, Anak Tambun yang Hancurkan Iran
-
4 Fakta Menarik Walid Season 2, Olla Ramlan Jadi Karakter Kunci
-
Dinonaktifkan dari Jabatan Anggota DPR, Eko Patrio Kini Punya Julukan Baru 'PBSI'