Suara.com - Jangan anggap sepele masalah kelebihan berat badan atau obesitas pada anak-anak. Sebab, menurut hasil studi terkini, tak hanya mempengaruhi kesehatan tetapi juga prestasi belajar anak.
Para peneliti mengatakan bahwa setidaknya ada enam studi yang menemukan bahwa anak laki-laki dan perempuan yang mengalami obesitas, prestasinya lebih buruk di sekolah.
Masalah ini terutama rentan terjadi pada anak perempuan, demikian hasil studi yang dilakukan peneliti di Inggris tersebut.
Peneliti Anne Martin mengatakan bahwa efeknya besar membuat perbedaan atas nilai dan pola pikir guru tentang efek obesitas pada murid.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa studi yang dilakukannya menunjukkan, anak-anak obesitas akan lambat menerima pelajaran, khususnya matematika, seiring mereka tumbuh dewasa.
Temuan serupa didapat juga dari satu penelitian di Inggris. Studi tersebut menunjukkan bahwa anak obesitas di usia 11 tahun, mengalami kesulitan dalam pelajaran matematika, ilmu pengetahuan dan bahasa Inggris saat ia menginjak usia 16 tahun. (Daily Mail)
Berita Terkait
-
Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara
-
Dari Desa di Pulau Obi, Rumah Belajar Ini Jadi Ruang Bermain, Membaca, dan Menumbuhkan Harapan
-
Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak
-
Menjadi Dewasa Tanpa Panduan: Proses Hidup Belajar dari Kesalahan Sendiri
-
Belajar Bukan Sekadar Sekolah: Cara Perempuan Kembangkan Diri di Era Modern
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia