Suara.com - Kehamilan merupakan momen membahagiakan yang dinanti-nanti oleh pasangan dan keluarganya. Tak jarang, para orangtua memberikan nasihat agar sang buah hati bisa lahir dengan sehat dan selamat.
Selain nasihat, ada pula mitos-mitos yang berkembang seputar kehamilan di masyarakat. Lantas apa saja mitos-mitos tersebut?
1. Makan dua kali lipat
Saat hamil tentu Anda sering berpikir untuk mengonsumsi makanan lebih banyak dua kali lipat untuk dua jiwa, yakni Anda, dan bayi di kandungan. Faktanya, pertumbuhan bayi dalam kandungan tidak membakar kalori sebanyak yang Anda pikir. Jika Anda sudah makan dengan pola seimbang, menambah makanan selingan dua kali sehari (sekitar 300 kalori), itulah yang Anda butuhkan. Jika berat badan Anda berlebih saat masa kehamilan, justru akan berisiko mengidap diabetes gestasional dan kemungkinan proses persalinan yang lebih sulit.
2. Seks selama kehamilan kurang menggairahkan
Faktanya, pada masa kehamilan, volume darah meningkat hampir 50 persen. Hal ini menyebabkan aliran darah ke klitoris lebih banyak, sehingga orgasme terasa lebih nikmat dan mudah dicapai.
"Saat hamil, perempuan bisa mendapatkan sensasi seks lebih baik dari biasanya," ujar LoGiudice, asisten profesor di Fairfield University's School of Nursing.
3. Minum kopi bisa menyebabkan keguguran
Konsumsi kurang dari 200 miligram kafein telah terbukti aman selama kehamilan. Namun Anda tetap harus perhatikan konsumsi sehari-hari, karena kafein dalam teh, minuman ringan dan cokelat dapat bertambah dengan cepat.
4. Konsumsi segelas wine saat kehamilan aman untuk kandungan
Studi baru menunjukkan bahwa ibu hamil yang meminum sebotol anggur setiap bulan akan memiliki anak yang baik secara emosional dan perilaku. Psikolog Janny Niclasen dari University of Copenhagen melakukan sebuah investigasi terkait penelitian tersebut, dimana menemukan adanya perempuan yang meminum sembilan botol selama masa kehamilannya akan memiliki anak yang santun. Niclasen menggarisbawahi bahwa yang diperbolehkan hanya anggur merah (red wine) dan bukan minuman alkohol lainnya. “Awalnya penelitian ini tidak masuk akal, meminum alkohol pada masa kehamilan tidak dianjurkan untuk ibu hamil dapat mengubah perilaku anak. Tapi, jika kita melihat gaya hidupnya yang sehat, mereka akan mendapatkan anak yang cerdas dan baik,” tambahnya. Namun, yang perlu diingat adalah, takaran konsumsi anggur ini tidak boleh lebih dari 175 ml anggur tiap minggunya. Karena dengan begitu, tidak akan merusak perkembangan intelektual atau perilaku anaknya.
5. Konsumsi ikan bisa lindungi janin dari racun
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives menemukan bahwa anjuran mengonsumsi ikan pada ibu hamil sebaiknya tidak digubris. Dikhawatirkan ikan laut tercemar merkuri, dan racun yang bisa berpengaruh pada si jabang bayi. Belum lagi, kita tidak dapat memastikan ikan mana yang cenderung aman dari paparan racun ini.
6. Persalinan harus secara sesar jika bayi terlalu besar
Jika Anda mengetahui melalui USG bahwa calon bayi Anda memiliki bobot 5 kilogram atau lebih, Anda bisa memilih persalinan secara caesar. Tapi harus Anda ingat bahwa USG memiliki margin of error 10-15 persen. Jadi mungkin saja Anda melahirkan buah hati secara normal meski berat badannya berlebih. (Foxnews)
Berita Terkait
-
Lee Da Hae dan SE7EN Umumkan Kehamilan Anak Pertama Setelah 3 Tahun Menikah
-
Layak Tonton atau Hanya Eksploitasi Mitos? Kupas Tuntas Film Horor Tumbal Proyek
-
Di Balik Novel Marioriawa: Mitos yang Hidup dan Menghantui Realitas
-
Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan
-
Film The Bell: Panggilan untuk Mati, Angkat Mitos Lonceng Keramat di Belitung
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!