Bola / Bola Dunia
Kamis, 16 Juli 2026 | 01:32 WIB
Lionel Messi dan Presiden FIFA [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Timnas Argentina menghadapi petisi daring dengan 10 juta tanda tangan yang menuntut diskualifikasi sebelum laga semifinal Piala Dunia 2026.
  • Petisi muncul akibat kontroversi keputusan wasit dan penggunaan VAR yang dianggap menguntungkan Argentina saat mengalahkan Mesir 3-2.
  • Meski viral, petisi tersebut tidak memiliki kekuatan hukum karena kewenangan sanksi atau diskualifikasi tim tetap berada di tangan FIFA.

Suara.com - Jelang semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris, Timnas Argentina kembali diterpa kontroversi di luar lapangan.

Sebuah petisi online yang menuntut pencoretan Argentina dari turnamen telah mengumpulkan lebih dari 10 juta tanda tangan.

Gerakan ini muncul usai kemenangan dramatis Argentina 3-2 atas Mesir di babak 16 besar.

Laga tersebut diwarnai protes keras terkait keputusan wasit yang dianggap menguntungkan tim juara bertahan.

Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986 [Istimewa]

Petisi yang diunggah melalui situs argentinaout.com menuding FIFA dan perangkat pertandingan berpihak kepada Lionel Messi dan rekan-rekannya.

Bahkan, dalam narasinya disebut bahwa pemenang Piala Dunia seolah sudah ditentukan sejak awal.

Meski viral, petisi tersebut tidak memiliki kekuatan hukum apa pun.

Hanya FIFA yang berwenang menjatuhkan sanksi atau mendiskualifikasi tim dalam kompetisi resmi.

Kontroversi bermula saat Argentina melakukan comeback dramatis dari ketertinggalan 0-2 menjadi kemenangan 3-2.

Baca Juga: AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026

Tiga gol dalam 13 menit terakhir menjadi sorotan, termasuk keputusan VAR yang membatalkan gol Mesir.

Gol Mostafa Ziko dianulir setelah tinjauan VAR yang menilai adanya pelanggaran Marwan Attia terhadap Lisandro Martínez di awal proses serangan.

Keputusan itu memicu protes dari Federasi Sepak Bola Mesir.

Tak hanya itu, kritik juga mengarah pada wasit asal Prancis, François Letexier.

Ia dituding mengabaikan pelanggaran terhadap Mohamed Salah sebelum gol kemenangan Argentina tercipta melalui serangan balik.

Load More