Suara.com - Penyakit demensia alzheimer sering ditandai dengan gejala kepikunan akibat menurunnya fungsi kognitif otak. Tak hanya faktor usia, alzheimer juga bisa dipicu kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, pola makan tak sehat, dan gaya hidup buruk lainnya.
Menurut pakar neurologi dari Rumah Sakit Atma Jaya, Dr. dr. Yuda Turana, SpS, seseorang yang saat mudanya menjalani pola hidup tak sehat, lebih beresiko terkena alzheimer pada usia 65 tahun.
"Saat usia lanjut, otak sangat dipengaruhi dengan kebiasaan di usia muda. Apa yang tidak bagus untuk jantung pasti tidak bagus juga buat otak. Pemicunya bisa jadi obesitas, ngorok, hipertensi, lajang terlalu lama, stres, gangguan depresi, dan masih banyak lagi," ujarnya saat peluncuran buku "Ketika Ibu Melupakanku" di Jakarta, Senin, (22/12/2014).
Ia menambahkan, ibu hamil yang merokok juga meningkatkan risiko alzheimer pada jabang bayi yang dikandungnya.
"Anak muda yang merokok, maka saat tua ia berisiko 3-4 kali lipat terkena alzheimer. Sama halnya dengan bumil yang merokok maka janinnya bisa berpotensi alzheimer," tambahnya.
Tak hanya gaya hidup tak sehat yang mempengaruhi munculnya penyakit Alzheimer, benturan berulang di kepala juga bisa memicu penurunan daya ingat saat usia senja. Salah satu contoh benturan berulang biasanya terjadi pada petinju maupun pesepakbola.
"Benturan kepala berulang juga bisa meningkatkan risiko untuk pikun di usia lanjut," tambahnya.
Oleh karena itu, ia mewanti-wanti agar orang lebih peduli pada pola hidup sehat, untuk mencegah datangnya penyakit yang mengintai seiring dengan pertambahan usia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia