Suara.com - Di beberapa negara, harga sebotol air mineral bisa lebih mahal dibanding sebotol minuman bersoda. Industri periklanan telah membabi buta melakukan segala cara untuk mengajak masyarakat mengonsumsi minuman yang berbahaya bagi tubuh mereka.
Seperti dilansir laman geniusbeauty, tingkat keasaman dalam minuman berkarbonasi hampir sama dengan kandungan asam sulfat dalam aki mobil Anda. Tak hanya itu, sebotol minuman bersoda lebih ampuh membersihkan permukaan yang kotor dibandingkan pembersih berbahan kimia yang sering digunakan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Respirology, orang yang mengonsumsi minuman bersoda seperti coke akan menghadapi risiko 48 persen lebih tinggi terkena serangan jantung dibanding orang yang tidak mengonsumsinya sama sekali atau setidaknya tidak minum setiap hari. Selain itu, konsumsi minuman bersoda juga dikaitkan dengan gangguan paru-paru dan pernapasan seperti asma dan penyakit kronik lainnya.
Minuman bersoda juga dapat menyebabkan hilangnya kalsium dalam tulang melalui beberapa proses, yakni kandungan soda dan asam fosfat yang bisa mengurangi jumlah kalsium, koka yang menghilangkan asupan kalsium di mana biasanya terdapat pada susu.
Bahaya minuman bersoda pun tak hanya sampai di situ. Menurut sebuah penelitian, konsumsi terus menerus minuman bersoda dapat menyebabkan kanker. Semua minuman bersoda menyebabkan kenaikan asam lambung.
Ini sebabnya setiap kali mengonsumsi minuman berkarbonasi yang akan Anda rasakan pertama kali adalah rasa mulas dan perut kembung. Hal ini menyebabkan peningkatan mutasi sel dan tingkat radikal bebas penyebab kanker.
Menurut sebuah studi, tingkat keasaman pada minuman berkarbonasi menunjukkan tingkat keasaman setara dengan PH 2.5. Sedangkan aki mobil memiliki PH 1, berbeda jauh dengan tingkat PH yang dikandung air mineral yakni 7.
Jadi, masih tertarikkah Anda untuk menyeruput minuman ringan ini? (Genius Beauty)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin