Bisnis / Makro
Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:04 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Menteri Perdagangan Tiongkok di Shanghai pada 17 Juli untuk memperkuat kemitraan ekonomi strategis.
  • Kedua negara fokus meningkatkan investasi, perdagangan, serta kerja sama energi terbarukan melalui realisasi konkret proyek Two Countries Twin Parks.
  • Indonesia mendorong peran investor Tiongkok dalam pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya dan penguatan rantai pasok industri nasional.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Wang Wentao, di Shanghai, Jumat (17/7).

Pertemuan ini bertujuan memperkuat kemitraan ekonomi strategis di bidang perdagangan, investasi, energi terbarukan, hingga kerja sama regional.

"Indonesia dan RRT memiliki struktur ekonomi yang saling melengkapi. Kerja sama ke depan perlu diarahkan pada peningkatan nilai perdagangan yang lebih seimbang, investasi yang berkualitas, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri nasional,” ujar Airlangga lewat keterangannya yang diikutip pada Sabtu (18/7/2026).

RRT saat ini merupakan mitra dagang utama Indonesia dengan nilai total perdagangan mencapai 154,6 miliar dolar AS pada tahun 2025, mencatat tren pertumbuhan 7,24 persen selama periode 2021–2025.

Dari sisi investasi, RRT menjadi salah satu dari tiga sumber penanaman modal asing terbesar di Indonesia dengan realisasi hampir 8,1 miliar dolar AS atau sekitar 13 persen dari total investasi asing pada 2025, dominan di sektor industri pengolahan, energi, dan transportasi.

Terkait kerangka Two Countries Twin Parks (TCTP), kedua negara telah menandatangani 30 Nota Kesepahaman (MoU) dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun.

Ilustrasi Investasi. (Freepik)

Airlangga meminta komitmen realisasi konkret dari MoU tersebut, termasuk mendorong pembentukan usaha patungan (joint venture).

Indonesia juga mengusulkan perluasan kawasan mitra TCTP untuk memeratakan manfaat investasi.

Untuk mengawal investasi masuk, institusi pengelola investasi Danantara diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis bagi investor RRT guna memperkuat kapasitas produksi nasional dan mengembangkan proyek prioritas yang berorientasi ekspor.

Baca Juga: Indonesia Kejar Investasi AI China, Airlangga Ungkap Hasil Pertemuan dengan Huawei dan ByteDance

Di sektor energi bersih, Menko Airlangga mengundang partisipasi perusahaan RRT untuk mendukung program pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW).

Pemerintah mengapresiasi keterlibatan RRT sebelumnya dalam pembangunan PLTS Terapung Cirata. Ke depan, Indonesia mendorong penguatan rantai pasok industri panel surya yang telah beroperasi di dalam negeri agar menjadi lebih lengkap dan terintegrasi.

Dalam lingkup regional, Indonesia meminta dukungan RRT terkait rencana pembentukan dan penempatan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Indonesia untuk memperkuat koordinasi antarnegara anggota.

Indonesia juga mendorong inisiatif penguatan RCEP 3.0 agar relevan dengan dinamika transformasi digital dan rantai pasok global.

Selain itu, Airlangga menyampaikan dukungan atas keketuaan RRT dalam APEC 2026. Momentum APEC 2026 diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan kesepakatan proyek prioritas baru yang konkret menjelang pertemuan Kepala Negara Indonesia dan RRT.

"Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret," pungkas Airlangga.

Load More