Suara.com - Sebuah zat kimia yang biasa ditemukan pada semut dan tanaman bersifat menyengat, ternyata bisa dijadikan bahan pembuatan obat kanker. Menurut sebuah penelitian, hasilnya 50 kali lebih efektif untuk membunuh sel-sel kanker.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal 'Nature Communications' ini menemukan, ketika bahan kimia sodium formate dikombinasikan dengan jenis pengobatan kanker berbasis logam maka bisa sangat meningkatkan kemampuannya dalam membunuh sel kanker.
"Sel-sel kanker memerlukan keseimbangan proses yang kompleks untuk bertahan hidup. Bila keseimbangan ini terganggu, sel tidak dapat berfungsi karena terjadi kegagalan dalam proses dan akhirnya mati," kata ketua penelitian, Profesor Peter Sadler dari University of Warwick di Inggris .
Setelah melalui uji laboratorium, temuan menunjukkan ketika dikombinasikan dengan sodium formate, obat yang disebut JS07 menjadi 50 kali lebih efektif menyerang sel kanker ovarium daripada ketika berjuang seorang diri.
"Keampuhan JS07 telah terbukti keberhasilannya saat diuji pada sel kanker ovarium," Sadler menambahkan.
Zat kimia sodium formate (E-237) biasa digunakan sebagai pengawet makanan.
Salah seorang peneliti, mengembangkan metode baru untuk mengikat Sodium format dengan JS07 untuk membentuk racikan yang lebih kuat dalam menyerang kanker.
Kombinasi antara sodium format dan JS07 juga disebut-sebut membawa keuntungan bagi pasien kanker karena memiliki efek samping yang rendah dibanding pengobatan kanker yang sudah lebih dulu ada. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?