Ilustrasi teh herbal. (Shutterstock)
Sebuah penelitian tentang khasiat obat herbal untuk mengobati penyakit kembali dilakukan. Kali ini penelitian mengacu pada kegunaan obat berlisensi phytomedicine untuk meringankan gejala malaria.
Obat yang berasal dari akar rumput liar yang dikombinasikan dengan daun dari dua tanaman lainnya disajikan dalam bentuk teh agar mempermudah bentuk konsumsinya.
Peneliti yang melakukan uji coba obat herbal ini antara lain Merlin Willcox dari University of Oxford, Zephirin Dekuyo, dan beberapa rekan peneliti lainnya. Mereka secara langsung meneliti khasiat obat yang berasal dari tanaman Cochlospermaceae planchonii, amarus, dan Cassia alata.
Mereka memberikan perspektif sejarah yang unik dari asal mula tanaman hingga proses pemroduksian obat herbal produksi phytomedicine ini. Tak hanya ampuh mengatasi malaria, obat ini digadang-gadang juga bereaksi positif untuk mengobati hepatitis. (Zeenews)
Obat yang berasal dari akar rumput liar yang dikombinasikan dengan daun dari dua tanaman lainnya disajikan dalam bentuk teh agar mempermudah bentuk konsumsinya.
Peneliti yang melakukan uji coba obat herbal ini antara lain Merlin Willcox dari University of Oxford, Zephirin Dekuyo, dan beberapa rekan peneliti lainnya. Mereka secara langsung meneliti khasiat obat yang berasal dari tanaman Cochlospermaceae planchonii, amarus, dan Cassia alata.
Mereka memberikan perspektif sejarah yang unik dari asal mula tanaman hingga proses pemroduksian obat herbal produksi phytomedicine ini. Tak hanya ampuh mengatasi malaria, obat ini digadang-gadang juga bereaksi positif untuk mengobati hepatitis. (Zeenews)
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!