Suara.com - Kebiasaan menyalakan lampu atau TV saat tidur ternyata dapat berdampak buruk terhadap berat badan seseorang. Kebiasaan ini pada beberapa orang dilakukan, karena tak nyaman saat tidur dalam kegelapan dan kesunyian.
Para peneliti dari Leiden University Medical Centre, Belanda dalam studinya menemukan bahwa orang yang tidur dengan paparan cahaya baik dari lampu, TV atau layar ponsel dapat memicu timbulnya kenaikan berat badan.
Cahaya lampu yang terpancar dapat menghambat sel-sel untuk membakar lemak secara alami ketika tidur. Sehingga, mematikan lampu dan menjauhkan ponsel sangat dianjurkan saat tidur.
Berdasarkan survei yang dilakukan peneliti, rata-rata setiap orang berusia 16-24 tahun dapat menyalakan ponselnya selama 20 jam seminggu. Angka ini juga mungkin meningkat menjadi lebih dari 27 jam.
Sander Kooijman, salah seorang peneliti mengatakan bahwa peningkatan tingkat obesitas memiliki hubungan dengan pola tidur, karena cahaya yang terang itu dapat membangunkan manusia pada waktu yang tidak tepat. (Zeenews)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!