Health / Parenting
Selasa, 07 Juli 2015 | 18:16 WIB
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Demam disertai kejang memang sering dialami anak-anak berusia di bawah lima tahun. Meski tak semua kejang merupakan tanda epilepsi, orangtua harus melakukan pertolongan pertama yang benar untuk mengatasinya. Pasalnya kejang yang berlangsung lama bisa menyebabkan kerusakan otak.

Dokter Irawati Hawari, Sp.S dari Rumah Sakit Bunda, mengingatkan agar orangtua tidak memasukkan benda apapun ke dalam mulut anak ketika kejang. Hal ini, kata dia, justru bisa menghambat anak untuk bernapas sehingga membahayakan nyawa.

"Kalau ada anggapan ketika kejang dimasukkan benda ke mulut ini salah kaprah. Harusnya miringkan posisi anak agar jalan napasnya lapang," katanya di Jakarta, belum lama ini.

Selain itu, lanjut Irawati, orangtua juga tidak boleh menahan gerakan anak saat kejang. Lantas, langkah apa yang sebaiknya dilakukan orangtua saat anak kejang? Irawati menganjurkan orangtua untuk mengamankan benda-benda di sekitar anak agar tidak membahayakan diri ketika mengenainya.

"Jangan tahan anak ketika bergerak saat kejang. Ini bisa memicu pergeseran sendi pada anak. Lebih baik amankan dari benda pecah belah atau memicu api agar tidak membahayakan," imbuhnya.

Orangtua, lanjut Ira, juga harus menghitung lamanya kejang yang dialami anak. Jika berlangsung 3-5 menit bahkan lebih dikhawatirkan bisa memicu kerusakan otak, sehingga orangtua harus selalu menyiapkan obat anti kejang.

"Setelah kejang mereda coba tanyakan ke anak apa yang dirasakannya sebelum kejang. Mungkin hal ini bisa membantu dokter ketika dilakukan pemeriksaan," pungkasnya.

Tag

Load More