- Jakarta menempati peringkat ketiga sebagai kota berpolusi terburuk di dunia dengan indeks 163 pada Sabtu.
- Kondisi udara tidak sehat tersebut sangat membahayakan kelompok sensitif serta berpotensi merusak tanaman dan lingkungan.
- Pemprov DKI Jakarta dan BMKG mengembangkan sistem peringatan dini untuk meningkatkan akurasi prediksi pencemaran udara.
Suara.com - Polusi udara kembali menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga Ibu Kota. Jakarta kembali masuk dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Sabtu (1/8/2026).
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa persoalan pencemaran udara masih menjadi tantangan besar yang memerlukan penanganan berkelanjutan.
Berdasarkan data IQAir pada pukul 06.00 WIB, dilansir dari laman Antara, Jakarta menempati peringkat ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) tercatat 163, yang masuk kategori tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 79,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Pada level tersebut, kualitas udara dinilai dapat membahayakan kelompok masyarakat sensitif, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan seperti asma dan gangguan paru-paru.
Selain berdampak pada kesehatan manusia, polusi udara juga berpotensi memengaruhi hewan yang sensitif, merusak tanaman, serta menurunkan kualitas lingkungan.
Seiring memburuknya kualitas udara, IQAir mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah, serta menutup jendela guna meminimalkan masuknya udara yang tercemar ke dalam ruangan.
Berdasarkan klasifikasi IQAir, indeks PM2.5 pada rentang 0–50 masuk kategori baik, 51–100 kategori sedang, 101–199 tidak sehat, 200–299 sangat tidak sehat, dan 300–500 berbahaya bagi kesehatan masyarakat secara umum.
Dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk dunia pada Sabtu pagi, Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, berada di posisi pertama dengan AQI 243, disusul Kampala, Uganda dengan AQI 240.
Baca Juga: Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
Jakarta berada di posisi ketiga, sementara Manama, Bahrain, menempati urutan keempat dengan AQI 137, dan Dubai, Uni Emirat Arab, berada di posisi kelima dengan AQI 134.
Pemprov DKI Siapkan Sistem Peringatan Dini Polusi Udara
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah mengembangkan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini kualitas udara guna meningkatkan akurasi prediksi pencemaran udara.
Pengembangan sistem tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi dampak polusi sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan.
Melalui sistem peringatan dini ini, masyarakat nantinya diharapkan dapat memperoleh informasi prakiraan kualitas udara secara lebih cepat dan akurat sehingga dapat mengambil langkah antisipasi, seperti menggunakan masker, membatasi aktivitas luar ruangan, serta mengurangi paparan terhadap polusi udara ketika kualitas udara diprediksi memburuk.
Keberadaan EWS juga diharapkan dapat membantu pemerintah mengambil langkah mitigasi lebih dini dalam menghadapi episode pencemaran udara, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di tengah kualitas udara yang terus berfluktuasi.
Berita Terkait
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan
-
Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok
-
Jakarta Tak Boleh Hanya Jadi Pengguna AI, Harus Cetak Inovator Masa Depan
-
Pembangunan Pesat PIK Bayangi Upaya Selamatkan Mangrove Pesisir Jakarta
-
Usai Pesta Miras, Pemuda 19 Tahun di Cilincing Tewas dengan Tangan Putus Akibat Tawuran
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia, Polusi PM2.5 Capai Level Tidak Sehat
-
Soroti Krisis Kepercayaan, Yoyok Sukawi Desak PSSI Transparan Soal Isu Penundaan Kongres
-
Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste
-
Karhutla Mengganas di Kalbar, Asap Tebal Selimuti Ketapang
-
Hanya 20 Unit Terios Special Edition dan New Sigra Resmi Meluncur di GIIAS 2026
-
JETOUR Berikan Garansi Mesin Tanpa Batas Kilometer di GIIAS 2026
-
Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat