Suara.com - Buat lelaki, disfungsi ereksi atau DE adalah kiamat. Biasanya gangguan ini dirasakan oleh 52 persen populasi lelaki dalam rentang umur 40 sampai 70 tahun.
Belakangan gangguan itu bukan hanya terjadi pada lelaki rentang umur itu saja, tetapi juga dialami oleh pemuda gagah. Sebab yang paling menghantam disfungsi ereksi adalah stres, alkohol, rokok dan narkoba.
Banyak yang tidak tahu, bagaimana gejala penis mulai perlahan pensiun dini dan menyebabkan kehidupan ranjang Anda jadi lebih horor.
Penasihat seksualitas darn terasi dari asosiasi Urologi London, Victoria Lehmann, mengkatergorikan empat kondisi penis dimana Anda bisa membedakannya satu sama lain saat beraksi. Dia juga mengunakan perumpamaan makanan.
1.Marshmallow
Penis membesar, tapi tidak keras
2.Pisang yang dikupas
Penis mengeras, tapi tidak cukup untuk bisa melakukan penetrasi
3.Pisang yang tidak dikupas
Penis masih bisa digunakan untuk penetrasi, tapi tidak cukup keras untuk beraksi selanjutnya.
4.Mentimun
Penis sangat keras dan dalam kondisi paling fit.
Dari empat katergori itu jelas terlihat kalau Anda menemukan gejala 1 sampai 3, segeralah hubungi dokter dan mencari tahu apa sebabnya.
Jangan panik, tapi kalau tak ada gangguan serius, para lelaki bisa kembali menjadi jagoan di ranjang dengan kategori gigi 4. (Independt)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini