Suara.com - Sebuah hasil studi membawa kabar baik bagi pecinta kopi. Berdasarkan penelitian, mengonsumsi kopi secara rutin dipercaya dapat menurunkan risiko diabetes sebanyak 50 persen dibandingkan mereka yang tak mengonsumsinya sama sekali.
Peneliti Demosthenes B. Panagiotakos mengungkapkan temuan yang menunjukkan efek positif kopi terhadap kesehatan. Menurutnya, kopi memiliki efek penurun peradangan sehingga mampu membawa manfaat baik bagi kesehatan.
Berbagai studi yang mengungkap kaitan antara kopi dan diabetes telah dilakukan pada tahun 2001 hingga 2002. Untuk mendapatkan temuannya, peneliti menganalisis secara acak sampel lebih dari 1300 lelaki dan perempuan berusia diatas 18 tahun di Athena, Yunani. Mereka diminta untuk mengonsumsi 1,5 cangkir kopi sehari.
10 tahun kemudian, 191 responden penelitian melaporkan bahwa mereka mengidap diabetes. Sementara 54 persen dari responden yang rutin mengonsumsi kopi setiap hari ternyata bebas dari risiko diabetes.
Peneliti menjelaskan bahwa kandungan serum amyloid pada kopi inilah yang dapat menurunkan tingkat peradangan seseorang sehingga turut pula menurunkan risiko penyakit diabetes.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026